Pulau Bungin : Padat Tanpa Lahan Hijau

Jelajahi Indonesia sambil traveling tidak harus ke gunung atau pantai yang indah. Ada yang beda di salah satu pulau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau Bungin namanya, pulau yang sempat dijuluki sebagai pulau terpadat di dunia.

Pulau Bungin memang menarik. Daratan yang dikelilingi laut biru ini tidak seperti pulau kecil pada umumnya yang banyak ditumbuhi pepohonan hijau di perkampungannya. Pada Pulau Bungin kita hanya bisa melihat birunya laut dan rumah-rumah panggung milik warga. 

Dari langit hanya terlihat kotak-kotak genteng rumah tanpa lahan kosong

Dari langit hanya terlihat kotak-kotak genteng rumah tanpa lahan kosong Foto : jadiberita

Hasil gambar yang diambil dari udara memang unik, kotak-kotak genteng rumah yang dikelilingi birunya air laut yang indah. Namun jika kita masuk ke perkampungan padat ini tidak seindah dan seunik pandangan dari udara.

Selain pulau kecil yang terletak di Danau Victoria, Kenya, Pulau Bungin yang terletak di bagian barat Sumbawa ini juga menjadi pulau terpadat di dunia.

Pulau ini rupanya dihuni oleh suku Bajo yang berasal dari Sulawesi. Pembangunan rumah pun sudah sangat padat di area seluas 8.5 hektar yang diduduki oleh 3 ribu jiwa manusia. Penduduknya dikenal sebagai ahli laut, sehingg dari kecil bayi yang baru lahir saja sudah dikenalkan dengan kondisi laut yang membuat mereka terbiasa menghadapi ombak.

Masyarakat merasa nyaman tinggal disana

Masyarakat merasa nyaman tinggal disana Foto : jadiberita

Pulau Bungin pun memiliki hukum ketat mengenai adat perkawinan. Pasangan muda yang hendak menikah wajib membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah mereka. Caranya dengan mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk pada sisi luar pulau yang sudah ditentukan. Setelah lokasi terbentuk, barulah mereka boleh menikah dan mendirikan rumah. Itu sebabnya, luas Pulau Bungin terus bertambah dari tahun ke tahun, sehingga dapat mengakomodasi pertambahan penduduk.

Kompas TV baru-baru ini mempublikasikan sebuah video tentang tempat tinggal Suku Bajo ini.

Tidak ada lahan hijau

Tidak ada lahan hijau Foto : BBC

Hal yang paling unik adalah kamu bisa menyaksikan langsung kambing pemakan kertas. Tidak adanya lahan pertanian, perkebunan, maupun peternakan membuat satu-satunya jenis ternak yang berada di pulau tersebut, yaitu kambing, terpaksa harus memakan kertas koran, uang yang tercecer, dan baju-baju yang telah robek.

Rumah Panggung Diatas Laut

Sumbawa Nusa Tenggara Barat Pulau Bungin Pulau terpadat