Perihal Meminta dan Memberi Maaf

Siapakah kita ini yang berkeras hati dan merasa paling tersakiti. Saat mantan minta maaf atas perbuatannya yang dulu, masak tidak mau memaafkan.

Sejatinya manusia adalah mahluk yang jauh dari sempurna. Kerap berbuat salah, berucap dusta, dan berburuk sangka. Kalimat itu seperti pedang, menghujam begitu dalam dan kadang menjadi dendam. 

Namun kata si bijak, membenci adalah seperti meminum racun dan berharap orang lain mati. 

Terlebih jika seseorang yang bersalah atau menyakiti hati kita telah mengucap maaf dengan tulus. 

Lihat kedalam diri sendiri, membenci bagai api dalam sekam. Tidak membakar siapa-siapa kecuali diri kita sendiri. Memelihara rasa sakit, benci, perlahan akan memupuskan rasa kemanusiaan kita. 

Ada tiga tahapan dalam maaf. Pertama, meminta maaf, kedua mengakui kesalahan dan ketiga berupaya untuk menjadikannya baik. Jika sudah dimulai dengan keras hati, maka ketiganya dianggap angin lalu. 

Seperti seorang mantan pacar yang datang untuk meminta maaf atas kesalahannya yang dulu. Kamu bilang sudah move on, namun ketika melihat wajahnya, rasa benci itu muncul. Masih terasa sakitnya, dan belum bisa memaafkan. 

Namun jika kamu lembutkan hatimu, lihat betapa luas jalan terbentang untukmu dan dia, pasti lebih tenang hatimu, dan siap untuk memaafkan. 

Selamat melembutkan hati, dan memberi maaf. 

maaf inspirasi