Pencarian Pelaku Pembunuhan di Facebook Live

Warga Kota Cleveland, Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat diresahkan dengan aksi siaran langsung dan pernyataan Steve Stephens melalui Facebook dalam rangka "Pembantaian Hari Paskah".

Seorang pembunuh berdarah dingin, Steve Stephens (37) melangsungkan aksi pembunuhan yang diperkirakan pembunuhan ke-15 melalui live pada Minggu (16/4/20170 atau Senin (17/4/2017).

Steve mengaku sudah membunuh 15 orang

Steve mengaku sudah membunuh 15 orang Foto: grid

Steve mengaku mencari korbannya secara acak. Dalam video itu terlihat, dia keluar dari mobil dan kemudian menembak seseorang pensiunan hingga tewas. 

Salah satu korban lelaki psykopat ini ternyata ayahnya sendiri yang sudah berumur 78 tahun.

Korban pembunuhan terakhir oleh Steve Stephens adalah Robert Godwin Snr yang sudah berumur 74 tahun dan disiarkan langsung.

CNN mengaku sempat menemui ibu anak-anak Robert Godwin Snr, korban pembunuhan Steve Stephens. Salah satu anaknya mengaku tak menyangka ayahnya menjadi korban pembunuhan dan dia merupakan orang baik.

Steve juga mengaku telah membunuh 13 orang dengan cara serupa. Pengakuan itu dia lontarkan saat mencari korban ke-14 yang kebetulan adalah Robert.

CNN mengaku sempat menemui ibu anak-anak Robert Godwin Snr, korban pembunuhan Steve Stephens. Salah satu anaknya mengaku tak menyangka ayahnya menjadi korban pembunuhan dan dia merupakan orang baik. Namun, dia mengimbau anaknya agar menyerahkan diri.

Hal sama juga dianjurkan Kepala Polisi Cleveland, Calvin D Williams.

"Kami berharap Steve menyerahkan diri. Banyak orang yang peduli kepada Steve dan berharap tak terjadi hal lebih buruk," kata Calvin.

"Kami akan melakukan semua hal untuk menangkapnya. Kami berharap semua orang hati-hati dengan Steve. Kami ingin semuanya berakhir dengan aman," tambahnya.

Sementara Walikota Cleveland, Mayor Frank Jackson menjamin akan segera menangkap Steve.

Video tersebut sempat tersiar di Facebook selama 3 jam dan kemudian segera dihapus.

Kini polisi terus memburu Steve Stephens.

Facebook Amerika Serikat Paskah Pembunuhan