Pamer Bokong di Media Sosial, No No !

Seorang wanita terhormat tidak akan mempertunjukkan tubuh mereka dan hal-hal berikut ini di media sosial.

You are what you post, kamu adalah apa yang kamu unggah. Memang itu laman media sosial kamu, namun pintar-pintarlah memilih materi. Kalau cuma mau peduli dengan Like dan pujian "cantik kak.." atau "Keren.." atau mendulang follower dari PasLon idola, tidak apa. Namun ketika ada seseorang dari antah baratah yang berkata kasar atau nyinyir, ya harap maklum.

Nah, berikut ini hal-hal yang tidak boleh diunggah oleh seorang wanita cerdas di akun media sosialnya, seperti dilansir Liputan6.com

1. Foto vulgar

Memang terkadang kita tergoda untuk melakukan pose vulgar dan mengunggahnya di media sosial. Namun perlu diingat, jika Anda mengunggah pose vulgar, maka hal itu akan memicu beragam spekulasi pada diri Anda. Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa itu adalah suatu foto bernilai seni. Namun, tak sedikit yang akan berpikir negatif terhadap Anda.

2. Foto atau video Anda menangis

Ya, mungkin Anda baru saja patah hati dan tidak bisa menahan emosi. Namun, bukan serta-merta Anda dapat mengunggahnya di media sosial dengan harapan mantan kekasih atau orang-orang akan berempati untuk Anda. Justru sebaliknya, mereka akan menganggap Anda lemah dan hanya mencari perhatian saja.

3. Berita yang tidak akurat

Selalu pastikan bahwa Anda menyebarkan isu atau berita yang sudah terbukti kebenarannya. Penyebaran informasi yang berasal dari media sosial akan tersebar dengan cepat dan akan susah dibendung. Anda tentu tidak ingin menyebarkan informasi yang salah dan meresahkan bukan?

4. Foto anak teman atau kerabat

Tentu akan sangat sulit untuk menahan foto seorang anak yang menggemaskan pada akun media sosial Anda. Jika Anda ingin mengunggahnya, minta izin terlebih dahulu pada ibu dari anak tersebut agar tidak terjadi salah paham setelahnya.

5. Drugs

No caption needed! Wanita cerdas tentu tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan merugikan dirinya sendiri.

instagram media sosial pantangan bokong kesopanan politik hoax