Netizen Cerdas, Tidak Asal Jeplak dan Bagi

Ketik like lalu amin sudah basi, kini netizen lagi "keranjingan" share alias membagi konten-konten palsu.

Jika kamu amati sendiri di timeline sosial media, si pembagi konten/berita hoax bukan sembarang orang. Teman, kenalan atau saudara yang berpendidikan, pangkat bagus, tidak lepas dari jebakan konten palsu.

Lihat judul atau gambar yang menarik, main klik "share" padahal belum tentu dibaca atau ditelusuri sumbernya. Hasilnya, fitnah atau kebodohan berjamaah.

Facebook dan Google sendiri sudah berkomitmen untuk "memerangi" konten palsu. Mark Zuckerberg belajar dari pengalaman Pilpres Amerika Serikat beberapa waktu lalu, dimana banyak konten atau berita palsu berseliweran tanpa kendali.

"Beberapa informasi palsu memang bisa dibuang seluruhnya, tapi tidak dengan konten dari sumber terpercaya. Konten dari sumber mainstream terkadang memberikan gagasan dasar yang benar tapi detail informasinya salah," ungkap Mark.

Nah, khususnya di Indonesia, kebetulan lagi panas dunia politik, disambungkan lagi ke isu SARA, konten macam ini adalah bahaya laten. Yang tadinya kalem, bisa tergelitik untuk iku-ikutan panas. Yang diam-diam radikal, bisa terpetik api amarahnya dan jadi buas.

Kepolisian Republik Indonesia juga tidak main-main bagi penyebar konten palsu. Ada ancaman penjara  bagi mereka yang seenaknya mengedit berita/ sumber menjadi sebuah konten bernada kebencian.  

Maka, jadilah netizen yang cerdas. Jangan asal jeplak, asal bagi, padahal belum tentu kebenarannya dan belum tentu perlu.

konten palsu facebook google cerdas share