Milinuer Sediakan Fasilitas untuk Pengungsi

Kebijakan tidak populer Presiden Donald Trump untuk melarang kedatangan pengungsi dari 7 negara muslim mendapat perlawan dari sejumlah miliuner. Mereka tidak melawan dengan kekerasan, namun dengan kebaikan.

CEO Airbnb, Brian Chesky menawarkan tempat tinggal gratis untuk para pengungsi dan siapa pun yang ditolak datang ke AS. Tidak mengizinkan negara atau pengungsi ke AS adalah hal yang tak benar, dan kita harus berada di yang terdampak," jar Chesky dalam cuitannya seperti dilansir dari Forbes.

Airbnb adalan layanan penyewaan properti untuk tempat tinggal yang diakses lewat aplikasi. Layanan ini populer untuk pelancong, dan kali ini siap melayani pengungsi.

Sementara itu, retail Starbucks mengaku siap membuka lowongan pekerjaaan untuk 10.000 pengungsi dalam lima tahun kedepan. CEO Howard Schultz menolak kebijakan Trump yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip impian Amerika. "Dan saat ini kami tengah mengembangkan rencana untuk mempekerjakan 10.000 dari mereka selama lima tahun ke depan di 75 negara di seluruh dunia di mana Starbucks menjalankan bisnisnya," ucap Schultz.

Sergey Brin

Sergey Brin

Beberapa waktu lalu, layanan taksi di Amerika juga mengadakan mogok masal terkait hal ini. Pendiri Google, Sergey Brin ikut berdemo di Bandara San Fransisco.

"Saya di sini, karena saya pengungsi," ujar Pendiri Google Sergey Brin di Bandara San Fransisco, di mana dia bergabung dengan para demonstran pada Sabtu lalu.Google sendiri tengah memanggil pulang sekitar 187 karyawannya yang tidak lahir di Amerika, karena khawatir mereka tidak akan bisa masuk AS kembali.

Sergey datang ke Amerika Serikat saat umur 6 tahun setelah keluarganya melarikan diri dari Rusia karena takut dengan anti semitisme. Dia adalah contoh sukses imigran di negara yang katanya "tanah terjanji".

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan, Amerika Serikat adalah bangsa imigran, dan sudah sepatutnya bangga atas itu. Begitu juga dengan CEO Apple, Tim Cook. "Apple tak akan pernah ada tanpa imigrasi, apalagi untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan kita lakukan," kata  Tim.

Donald Trump Imigran Pengungsi Sergey Brin