Masih Setia Menjadi Pengguna KRL ?

Hanya si pemberani yang berjuang setiap hari menjalani kehidupan macam ini.

Rencana kenaikan tarif KRL bikin tidak happy para penggunanya.Mungkin bukan karena besarannya, tetapi karena kenaikan dirasa kurang tepat ketika layanan masih payah.

Kita melihat stasiun-stasiun yang dibenahi, sistem pembayaran yang kian modern namun soal waktu dan jadwal masih seperti jaman lagu parodi Padhayangan Project.

Ada istilah lain kah?

Ada istilah lain kah?

Bayangin bakal kayak apa kalau masa commuter line turun demo ke jalan ? nah lo ?

Bayangin bakal kayak apa kalau masa commuter line turun demo ke jalan ? nah lo ?

Moga-moga menunggu membawa bahagia

Moga-moga menunggu membawa bahagia

Segala perbaikan yang dilakukan pengelola belum cukup bikin pengguna KRL tenang dan senang. Bagi pengguna harian, tentu tahu bagaimana berjibaku dijalan, saat lancar maupun saat gangguan.

Payahnya, saat ada gangguan, tidak ada solusi.  Petisi penolakan kenaikan tarif pun dibuat. Namun tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas layanan, terkhusus masalah jadwal.

Pemerintah kudu kerja keras, agar meski ramai, padat, namun penumpang kereta api merasa tetap kece kayak penumpang subway atau kereta cepat di Jepang, Singapura dan sebagainya.

Dimana-mana kalau jam sibuk, pemandangannya begini...

Dimana-mana kalau jam sibuk, pemandangannya begini...

Atau woles aja kayak Bapak ini..

Atau woles aja kayak Bapak ini..

KRL Commuterline kereta penumpang jaboetabek keretabogor depok