Ledakan Usai Konser Ariana Grande di Manchester Arena

Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi, 23 Mei 2017 waktu Jakarta, terjadi ledakan seusai konser Ariana Grande di Manchester Arena.

Foto : Reuters

Dikabarkan ledakan ini memakan lumayan banyak korban. Para pengunjung konser berlarian ke luar arena indoor terbesar di Eropa tersebut. Mereka berteriak ketakutan akibat ledakan yang amat besar. Sesaat setelah ledakan mobil polisi berdatangan dan segera menutup jalan menuju lokasi.

Saat ini, kepolisian juga tengah intens menyelidiki dan memroses bukti serta kesaksian dari lokasi kejadian. Dan hingga kini, belum ada kelompok teror manapun yang mengklaim serangan nahas yang menewaskan 22 orang dan 59 korban luka tersebut.

Sejumlah saksi mata mengklaim melihat seorang pria yang tampak sedang mengaktifkan alat peledak berisi serpihan benda tajam berupa paku, sesaat sebelum ledakan terjadi, seperti yang diwartakan oleh CNN, BBC, The Guardian, dan The New York Times, Selasa, 23 Mei 2017.

Pengamanan Kota New York

Rita Katz dari Search International Terrorist Entities Intelligence Group (SITE) --sebuah firma analisis isu terorisme dari Inggris-- merangkum pernyataan dari kelompok pro-ISIS via sosial media yang menyatakan bahwa organisasi teror itu merayakan ledakan saat konser Ariana Grande tersebut.

"Belum ada klaim terkait ledakan di #Manchester, tapi sejumlah akun #ISIS merayakan serangan itu, menyebarluaskan dan mengancam melalui media," kicau Rita Katz dalam akun Twitter @Rita_Katz, 23 Mei 2017.

Saat ini Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, dirinya memerintahkan patroli tambahan di lokasi-lokasi penting termasuk bandara dan kereta bawah tanah sebagai bentuk kehati-hatian menyusul ledakan di konser Ariana, bintang pop Amerika.

Ledakan Konser Ariana Ledakan Manchester Arena