Kisruh Kekerasan di Maskapai United Airlines

Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan video petugas salah satu maskapai yang menyeret paksa penumpang untuk meninggalkan tempat duduknya karena pesawat dalam posisi overbooked. Hal ini membuat netizen geram dan penumpang lain yang ada di loka

Beberapa penumpang melalui media sosial mengatakan insiden terjadi di Maskapai Amerika Serikat (AS), United Airlines, bandara O'Hare Chicago sebelum pesawat terbang Louisville, Kentucky.

Upaya CEO United Airlines dalam penyelesaian masalah

Upaya CEO United Airlines dalam penyelesaian masalah United Airlines. ©2016 Abc13.com

Kejadian ini berawal dari kesalahan United Airlines dalam melakukan pemesanan sehingga maskapai meminta empat penumpang secara sukarela pindah ke penerbangan berikutnya untuk memberikan kursi mereka ke kru pesawat yang harus ke Louisville untuk bekerja.

Tidak ada penumpang yang mau memberikan kursi mereka walaupun United sudah menawarkan hingga US$ 1.000 untuk naik ke penerbangan berikut. Akhirnya, komputer melakukan seleksi penumpang yang harus merelakan kursi mereka.

Petugas kemudian meminta pria yang terpilih oleh komputer untuk turun dari pesawat tetapi dia menolak. Ternyata pria itu adalah seorang dokter yang harus bekerja keesokan paginya. Meski demikian, petugas tetap memaksa dan bahkan menggunakan kekerasan dalam menyeret pria malang tersebut.

Akibat perlakuan buruk itu, maskapai mendapat kecaman dari seluruh dunia. Jarang sekali ada sebuah perusahaan penerbangan atau perusahaan yang mendapat kecaman secara global seperti United.

Hingga saat ini sudah ketiga kalinya CEO United Airlines, Oscar Munoz, menyampaikan permintaan maaf atas insiden penyeretan penumpang dari pesawatnya yang overbooked. Dalam surat terbukanya, Munoz mengatakan ikut merasakan kekecewaan dan kemarahan publik sehingga memutuskan untuk mengembalikan uang pembelian tiket kepada seluruh penumpang pesawat. 

Setelah kejadian ini sindiran dengan meme pun bertebaran di media sosial.

Maskapai United Airlines