Kampanye Kekinian Calon Gubernur Jakarta

Hari gini siapa sih yang belum menggunakan media sosial ? Bahkan calon Gubernur Jakarta yang lolos ke putaran 2 atas pasangan Ahok-Djarot Vs Anies-Sandi kini gencar melakukan kampanye melalui media sosial.

Berdasarkan data terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, mayoritas mayoritas pemilih di DKI aktif di media sosial saat ini sebanyak 58,90 persen. Oleh karena itu kampanye melalui media sosial menjadi pilihan para calon Gubernur Jakarta disamping sudah tidak diperbolehkan adanya atribut kampanye.

Ahok-Djarot

Ahok-Djarot Foto : instagram/ahokdjarot

Melalui akun Instagram @ahokdjarot , Ahok-Djarot ingin masyarakat mengetahui rangkaian kegiatan kampanyenya yang berupa acara blusukan online. Pada acara tersebut, Ahok dan Djarot akan mendengarkan keluh kesah warga Jakarta. Mereka berdua pun akan langsung menjawab apa yang menjadi keluh kesah warga.

Baru-baru ini dengan hastag #KepoinPelayanJakarta, Ahok-Djarot mengajak Keenan Pearce live di Instagram. Dengan ini mereka menjelaskan bahwa akan semakin gencar 'bermain' di medsos.

Selain itu calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat sebuah tayangan talkshow yang diberi judul "Ahok Show". Tayangan ini mulai ditayangkan perdana di semua akun media sosial milik Ahok pada Jumat (17/3/2017).

Anies-Sandiaga

Anies-Sandiaga Foto : Antara

"Kami akan blusukan, harus blusukan di medsos (media sosial) juga. Alhamdulillah banget, nggak boleh cetak-cetak lagi," kata Sandiaga di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (6/3).

Salah satu 'jurus' kampanye Anies yaitu membawa tweet jahat. Program tweet jahat adalah sebuah video yang dibuat oleh tim Anies-Sandi untuk menjawab atau menanggapi beberapa unggahan tweet akun di media sosial yang menebar fitnah dan cacian ke Anies-Sandi. Video tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial kampanye Anies-Sandi.

"Tweet jahat lebih sering nanti, nggak cuman hari selasa," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (22/3).

'Jurus' lainnya yang digunakan Anies-Sandi yaitu akan membentuk satgas anti-hoax. Satgas tersebut untuk menangkal maraknya kampanye hitam.

"Jadi kalau kita sekarang ini sedang kita siapkan satgas khusus anti-hoax. Ini untuk membuktikan, kalau tidak ada di website resmi kami, berarti hoax. Kita bilang daripada kita habis waktu untuk klarifikasi karena serangannya makin banyak, makanya kita terus tebar posting-posting positif dan kita imbau relawan kita untuk tidak larut dalam permainan olahan yang ditimbulkan oleh hoax ini karena akan menguras energi dan mengambil perhatian kita terhadap apa yang diperlukan warga Jakarta," ujar Sandiaga di Sekolah Learning Farm, Kampung Rawa Benceuh, Kabupaten Cianjur, Kamis (23/3). 

Source : Detik

Media Sosial Pilgub Cagub Jakarta Kampanye