Kabur Besar-Besaran Napi Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru

Jumat 5 Mei 2017, terjadi kerusuhan di Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru yang menyebabkan narapidana kabur besar-besaran. Sekitar 448 narapidana kabur namun sampai saat ini setengah dari jumlah yang kabur sudah berhasil ditangkap.

Aksi kerusuhan di lapas disebabkan oleh kekecewaan dan ketidakadilan akibat pungutan liar di Rutan Pekanbaru yang membuat tahanan di blok B berontak. Diduga, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes penghuni lapas kepada para petugas. Di antaranya, keluhan tentang kondisi rutan yang melebihi kapasitas yang seharusnya diisi oleh 369 penghuni, namun dijejal dengan 1.800 penghuni, lalu perlakuan tidak adil dari para sipir, dan aturan yang mempersulit mereka untuk dijenguk keluarga.

Kemarahan Menkumham

Kemarahan Menkumham Foto : kompas

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly menggebrak meja berkali-kali saat mengunjungi Rutan Kelas IIB Kota Pekanbaru, Minggu (7/5). Dia marah ketika mengetahui praktik pungutan liar dan pemerasan menjadi salah satu pemicu kaburnya ratusan tahanan.

"Saya tidak akan toleransi. Perilaku ini betul-betul biadab, sangat biadab," kata Yasonna sambil menggebrak meja di hadapan petugas Rutan dan Kanwil Kemenkum HAM Riau, di dalam Rutan Kelas IIB Pekanbaru, seperti diberitakan Antara.

Alasan kaburnya para narapidana

Alasan kaburnya para narapidana Foto : istimewa

Beragam alasan yang disampaikan para narapidana sebagian besar adalah ingin bertemu keluarganya lalu kembali lagi untuk menyerahkan diri.

Sehari setelah melepas kerinduan pada anak dan istrinya, Jojon yang merupakan salah satu narapidana yang kabur akhirnya menemui warga sekitar dan minta diantarkan ke Rutan Pekanbaru yang berada di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayanraya itu pada Sabtu tengah malam, 6 Mei 2017.

Sebelumnya, ada tahanan bernama Amiruddin yang menyerahhkan diri setelah bertemu dengan adik kandungnya di Kabupaten Kampar. "Tahanan ini kabur dari Rutan dan sempat berjalan kaki hingga naik angkutan umum menuju Desa Teratak Buluh, Kampar," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo.

Amiruddin merupakan napi kasus narkoba itu sudah tak lama menjumpai adiknya. Begitu kerinduannya lepas, Amiruddin bersama saudaranya tadi menuju Polsek Penghentian Raja dan menyerahkan diri.

Sebanyak 11 narapidana yang melarikan diri dari rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru ditangkap di wilayah hukum Kabupaten Kampar, yang merupakan wilayah berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Riau.

Ia merincikan empat dari 11 Napi dibekuk oleh Polsek XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, dalam waktu 3x24 jam terakhir. Ke empatnya adalah Riko Saputra (32) perkara pencurian dengan pemberatan, Guna Simanjuntak (27) perkara penganiayaan. 

Selanjutnya Ade Novri (25) perkara pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan Hengki Putra (31) Napi perkara pencurian pemberatan (Curat).

Sementara itu, Napi lainnya yang berhasil diringkus adalah Hendra (29) Napi perkara Curanmor yang dibekuk Polsek Tambang, Bayu (28) di Polsek Siak Hulu. Kemudian Nasri (30) dan Ahmad Bandi (28), dimana keduanya terjerat perkara Narkotika dan ditangkap Polsek Perhentian Raja, serta terakhir Alirman (32) perkara narkotika ditangkap di Polsek Kampar Kiri Hilir.

Hingga Minggu, 7 Mei 2017 masih ada 269 tahanan yang kabur dari 448 orang yang tercatat. Kepolisian terus mencari dan berkoordinasi dengan sejumlah Polda tetangga seperti Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.

Narapidana kabur pekanbaru riau