Java Jazz yang Berefek "Nagih"

Java Jazz Festival 2017 memang menjadi Event Festival terbaik, pecinta musik jazz pun sangat menantikan Festival Jazz selanjutnya, inilah yang dinamakan efek "nagih". Gak tanggung-yanggung acara ini ditampilkan oleh musisi keren yang menggemparkan panggun

Keseruan muncul pada pesta musik Java Jazz Festival 2017 dengan Tema yang diangkat adalah budaya betawi. Menghadirkan 170 penampilan musisi dari dalam dan luar negeri dengan 14 panggung yang tersebar di lokasi acara, JIEXpo Kemayoran, Jakarta.

Kolaborasi yang melibatkan musisi Indonesia dan musisi luar negeri merupakan suguhan yang membuat Java Jazz 2017 makin seru. 

Dira Sugandi yang berkolaborasi dengan Jazz Orchestra of the Concertgebouw di Tebs Stage, Hall D1 3 Maret 2017 menarik perhatian para penonton, tidak hanya itu pada tgl 4 Maret, Ron King Band juga tampil bersama Margie Segers.

Day 1

Day 1 Foto : cosmopolitan

Keseruan di Hari Pertama yg ditampilkan oleh Tulus, Nik West, The Groove, Arturo Sandoval, Andien, Danilla, Zap Mama, Mezzoforte, Rendy Pandugo, dan Kirk Whalum yang menjadi pusat perhatian. Penampilan istimewa juga berasal dari Tribute to Whitney Houston yang menghadirkan Dira Sugandi, Lea Simanjuntak, Kamasean dan Soundwave 

Day 2

Day 2 Foto : cosmopolitan

Di hari kedua tampil nya band legendaris Blood Sweat & Tears yang hadirkan Bo Bice, Dylan Elisa serta Leonardo Amuedo.

Penampilan menjadi lebih berwarna ketika Fariz RM Trio yang hadirkan Iwan Wiradz dan Eugene Bounty. Lalu pendatang baru Teddy Adhitya, Yura, Nik West, Stanley Jordan, Naughty by Nature, Barry Likumahuwa, Hip Hop 90’s (Iwa-K, NEO, Sweet Martabak) dan pahlawan blues rock, Gugun Blues Shelter menggebrak panggung Java Jazz Festival 2017 dengan Meriah.

Java Jazz 2017 music