Harga Naik Jelang Ramadhan : Sudah Biasa

Harga naik menjelang bulan Ramadhan sudah tidak mengejutkan masyarakat lagi. Setiap tahun hal ini seperti menjadi tradisi. Namun yang membuat heran adalah selalu saja ada pedagang nakal penyebab kenaikan harga dan ini merupakan PR yang harus segera disele

Foto : detik

Jelang Ramadan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengecek kesiapan pangan, sekaligus mengingatkan kestabilan harga  di Food Station Tjipinang Jaya, Pulogadung, Jakarta Timur.

Menurut Djarot, penyebab naiknya pangan jelang Ramadan karena adanya pedagang nakal yang menimbun dan memainkan harga sepihak. Sebagai solusi, Djarot menyatakan perlunya transaksi nontunai seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), dan Kartu Jakarta Lansia (KJL).

Yang paling menonjol dari kenaikan harga bahan pokok adalah bawang putih, karena hampir di setiap masakan bawang putih selalu menjadi bahan vital. Saat ini pemerintah menetapkan harga bawang putih maksimal Rp 38.000/kg. Namun, harga rata-rata di Jakarta Rp. 55.372/kg. 

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah bekerja sama dengan polisi untuk menindak pengusaha yang menimbun stok pangan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan pasokan pangan cukup pada Ramadhan dan Lebaran 2017.

Pria yang akrab disapa Enggar ini menjamin tidak ada gejolak kenaikan harga saat Ramadhan dan Lebaran 2017. Pemerintah sendiri, kata Enggar, telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada sejumlah komoditas pangan yang diantaranya, gula sebesar Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 per liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp 80.000 per kilogram.

"Sekarang mana ada harga yang naik. Gula tidak naik, minyak goreng tidak naik, beras apalagi Rp 9.500 per kilogram. Untuk beras kami takut turunnya kejauhan. Daging ada daging beku yang digelontorkan, dengan maksimum Rp 80.000 per kilogram. Cabai dari Rp 160.000 jadi Rp 30.000, sekarang Rp 45.000 itu fluktuatif," jelas dia.

Enggar menambahkan, pihaknya tidak akan menggelar operasi pasar di pasar tradisional. Sebab, operasi pasar bukan solusi untuk menurunkan harga pangan.

Selain itu Mendag Enggartiasto telah meresmikan Gerakan Stabilisasi Pangan. Gerakan ini digagas untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang masuknya bulan Ramadhan dan Lebaran 2017.

Dalam gerakan ini nantinya Bulog menyalurkan komoditas pangan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia. Adapun komoditas pangan yang digelontorkan antara lain, beras dengan kualitas medium dan premium, gula minyak goreng, daging beku, bawang merah, dan bawang putih

source : tribunnews

jelang ramadhan ramadhan kenaikan harga harga bawang harga cabai