Foto-video terbaik Paralympic: Melawan Keterbatasan

Paralympic, ajang multi event empat tahunan yang diadakan setelah Olimpiade, khusus untuk para atlit difabel, sudah dimulai. Yuk kita lihat foto dan video dari Paralympic empat tahun lalu, yang membuat kita harusnya lebih banyak bersyukur.

Pada tanggal 29 Juli 1948, saat pembukaan Olimpiade London, Ludwig Guttman mengadakan kompetisi untuk atlit-atlit berkursi roda yang dinamai Stoke Mandeville Games. Event ini yang menjadi cikal bakal Paralympic yang kita kenal sekarang ini. Paralympic sendiri pertama kali diselenggarakan di Roma tahun 1960, menampilkan 400 atlit dari 23 negara. Tahun 1976, Paralympic untuk olah raga musim dingin pertama kali diadakan di Swedia.

Hari ini, perhelatan Paralympic dibuka secara resmi di Rio de Janeiro, Brazil.Bisa jadi nama para atlitnya kurang tenar dibanding dengan nama perenang pencetak rekor dunia Michael Phelps atau pesenam Amerika yang meraih empat emas di Rio waktu itu, Simone Biles. Namun, yuk kita lihat foto-foto terbaik dari Paralympics empat tahun lalu di London. Tentunya bisa jadi inspirasi bagi kita. Jika mereka yang memiliki keterbatasan fisik mampu melawan hal tersebut dan melakukan apa yang orang"normal"lakukan, kenapa kita cepet nyerah?

Logonya

Logonya

Yuk kita flashback..

Lintasan Sama, Cabang Olah raga Beda

 Kecelakaan tidak menghentikan mantan pembalap Formula 1 Alex Zanardi untuk terus berprestasi. Tahun 2001, pria asal Italia ini mengalami kecelakaan parah yang membuatnya kehilangan kedua kakinya. Namun, dia kembali ke arena olah raga sebagai pembalap sepeda tangan. Kebetulan dia tidak asing dengan lintasannya, karena pernah memacu kendaraannya di tempat itu saat menjadi pembalap.

Di cabang olahraga sepeda tangan, Alex meraih dua emas. Namun, bukan kemenangan yang menjadi penting. Justru Alex lebih menghargai proses perjuangannya untuk mencapai prestasi tersebut di tengah keterbatasannya. WOW!

Berlaga di Olimpiade dan Paralympics

Berlaga di Olimpiade dan Paralympics huffingtonpost.com

Atlit  asal Jerman Ilke Wyludda meraih medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 di nomor lempar cakram, sekalipun belum pernah juara dunia. Namun, awal 2001, semuanya berubah. Wanita bertubuh besar ini mengungkapkan pada harian lokal Bild bahwa kaki kirinya harus diamputasi akibat penyakit Sepsis. Duh apaan itu? Sepsis adalah kondisi dimana respon tubuh terhadap infeksi bisa melukai organ tubuh lainnya.

 Tahun 2014, Ilke mengikuti IPC European Championships di Wales dan meraih perunggu di nomor cakram dan perak di tolak peluru.

throwholics.com

Saat meraih emas di Atlanta 1996.

Medalis termuda

 Masih abege dengan segala keterbatasannya namun mampu meraih medali. Perenang Australia Maddison Elliott masih 13 tahun saat meraih perak di S8 50 m gaya bebas, emas di 4x100 meter estafet dan perunggu di 400 meter gaya bebas.

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Moment mengharukan saat perenang Spanyol Teresa Perales memberikan medali peraknya untuk si kecil tercinta.

Perjuangan dari nol

Perjuangan dari nol thewired.com

Perenang Korea Utara Rim Ju Ong finish terakhir di S6 50 meter gaya bebas, 18 detik di belakang sang juara. Yang lebih menarik bukan soal dia menjadi satu-satunya paralimpian asal negeri komunis tersebut. Namun, perjuangannya untuk bisa tampil di London karena setahun lalu dia tidak tahu caranya berenang. 

Pemanah Tanpa Tangan

Pemanah Tanpa Tangan news.com.au

Pemanah asal AS Matt Stutzman menunjukkan bahwa dia bisa memanah sekalipun tanpa menggunakan kedua tangannya. Dia menggunakan kakinya untuk memegang busur. Hebatnya, Matt berhasil meraih medali perak.

Masih ada lagi..

Emas Pertama Namibia

Emas Pertama Namibia paralympic.org

Johanna Benson asal Namibia menjadi atlit pertama yang meraih emas untuk negaranya, baik di ajang Olimpiade atau Paralimpiade ini. Sebelumnya dari cabang atletik, kita mengenal Frankie Fredericks, peraih perak di nomor 100 meter dan 200 meter di Olimpiade Barcelona (1992) dan Atlantan (1996).

Dari desa miskin, nama Johanna menjadi inspirasi. Bahkan namanya masuk nominasi pengharagaan bergengsi Laureus Awards pada 2013.

Perang Saudara Merekatkan Mereka

Rwanda adalah negeri yang dikoyak perang saudara, yang melbatkan suku Hutu dan Tutsi. Kapten tim voli duduk Dominique Bizimana direkrut kelompok militan Tutsi dan kehilangan kakinya akibat ranjau. Sementara rekan setimnya, Jean Rokondo dari suku Hutu juga kehilangan kakinya. Di Paralympic, mereka bersatu membela negaranya dan menjadi teman. Damai lebih indah, kan?

Medali Pertama India

Hosanagara Nagarajegowda (ribet ya namanya) meraih medali pertama untuk India di ajang Paralympic. Dia meraih perak di nomor lompat tinggi.

Nah, dari situ kita bisa lebih semangat kan?Gak dikit-dikit nyerah..Jika mereka saja bisa, kenapa kita nggak kan?

Biar lebih semangat lagi...

Sungguh bulat dan kuat tekad mereka, jalan panjang yang dilalui untuk mementahkan keterbatasan menjadi sebuah prestasi. Salut!

paralympic olahraga difabel inspirasi kekuatan