Belanja "Barang Bekas" Pro's and Con's

Tampil bergaya dengan barang loak, barang bekas, vintage, pre loved- apapun namanya, you name it, you got the style!

Hayo, siapa dulu yang main ke Pasar Senen atau Metro Atom Pasar Baru untuk cari baju-baju bekas impor Korea-Jepang yang murah meriah tapi gaya ? Tidak usah malu! Aksi kamu belanja barang bekas adalah salah satu aksi penyelamatan lingkungan. Kamu menampung limbah tekstil dan meng-upgrade gaya kamu. Thanks to cewek-cewek di White Shoe and The Couples Company ya.

WSTCC, Vintage Chic

WSTCC, Vintage Chic

Namun jaman sekarang, ada banyak nama dan wadah jualan. Di Instagram, barang-barang bekas pakai dijual dengan nama "Pre-Loved" pernah dicintai pemiliknya, dan kini dijual dengan harga yang biasanya jauh lebih murah. Lumayan kan, baru satu-dua kali pakai, masih 99% tetapi harga turun sampai 50 %.

Ada juga aplikasi Carousell, dimana kamu bisa jual barang pre-loved mu sendiri. Ikuti atau cek juga berbagai Garage Sale yang tingkatan rumah, RT, RW, sampai skala yang cukup besar dengen embel-embel "bazaar"

Artis aja "bersih-bersih lemari"

Artis aja "bersih-bersih lemari"

Hanya saja, ya mbok lihat-lihat jenis barang apa yang dibeli. Baju, perabotan rumah, aksesori, mungkin masih OK. Tetapi kalau lipstik atau kosmetik, celana dalam (meski branded), obat-obatan, mending beli baru ya. Parfum masih ok lah, asal itu beneran Ori, bukan KW Ambassador.

techinasia.com

Secara money wise, belanja barang bekas atau pre loved itu lebih hemat. Yang bikin tekor, kalau kamu kompulsif. Karena murah, apa saja dibeli. No No... Secara environment wise, thanks to you, sedikit banyak kamu bantu.

Tahu kan diera fast fashion, retail besar maupun sekelas kaki lima dengan cepat berganti mode, menimbulkan limbah teksil yang tidak sedikit, jadilah kita "pemulung" yang bergaya.

barangbekas pasarsenen bajuvintage preloved lipstick mac