#Bantushare Aksi Nyata, Bukan Sedar Doa

Belakangan ini marak beredar dilaman sosial media, aksi #bantushare yang tentunya benar-benar butuh partisipasi kita, ketimbang doa dan ketik "amin".

Khususnya bagi mereka yang berada dekat kepada orang yang perlu dibantu. Inisiasi seperti ini sangat baik, bagi kita pribadi maupun mereka yang membutuhkan. Ada kata pepatah, tidak pernah ada seseorang yang jatuh miskin karena membantu sesamanya atau beramal. Sementara itu, besar atau kecil bantuan kita akan membantu kelangsungan hidup mereka yang kita bantu. 

Misalnya, seperti warung nasi uduk seorang kakek tua dikawasan Rawamangun. Sejak viral disosial media, warung bapak ini jadi ramai dan hidupnya tentu lebih baik. 

Laris manis ya kek..

Laris manis ya kek..

Ada juga Mbah Darmi, yang dihari tuanya masih giat bekerja sebagai penambal ban. Kadang kita berpikir, kok kasihan... dimana anak-cucunya? Dan mungkin saat ban kita kempes, butuh jasanya, kita masih segan karena tidak percaya kemampuannya. 

Namun apa salahnya? isi angin, meski cuma basa-basi, setidaknya ada tambahan untuk si Mbah dan juga teman ngobrol cuma sebentar.

Ada beberapa akun di instagram yang bisa kita jadikan acuan untuk membantu, cek cek mungkin ada yang dekat atau transfer. misalnya @ketimbang.ngemis.jakarta atau cek saja di tagar #bantushare . Semua orang diseluruh Indonesia bisa berpartisipasi langsung maupun tidak. Seandainya, mereka jauh dari jangkauan, lihat saja kesekeliling, pasti ada yang bisa dibantu.

Bapak ini keliling bawa timbangan.. Sebenarnya untuk apa? tapi dibantu saja..

Bapak ini keliling bawa timbangan.. Sebenarnya untuk apa? tapi dibantu saja..

Umumnya mereka yang bekerja keras adalah lansia, kakek-nenek atau bahkan buyut kita. Dengan segala keterbatasan, mereka masih bekerja menyambung hidup atau bahkan membiayai anggota keluarga lainnya. 

Dan mereka pun sosok-sosok yang menua dengan bijaksana. Mungkin mereka terlihat letih, tetapi tidak mengeluh. Sedikit atau banyak, semua disyukuri. Terlalu tua untuk merutuk, bikin kita yang katanya berkecukupan malu. 

Beli, bantu, bagikan..

Beli, bantu, bagikan..

Melihat semangat mereka, kita yang masih muda patut malu. Jangan kasih uang bagi yang mengemis, karena selalu ada jalan jika mau berusaha. 

Sekali lagi, jika mereka yang terekspos butuh bantuan disosial media begitu jauh, coba saja lihat kesekeliling. Pasti ada satu dua yang membutuhkan "recehan" kita. 

Selamat membantu..

share sosial masyarakat viral sosialmedia nasiuduk bantusesama