Arthur Irawan, Mantan Anak Basket Seriusi Sepakbola

Tidak pernah terbayang sekalipun dibenar Arthur Irawan bahwa dia akan menekuni olahraga sepakbola, bahkan sampai ke Eropa.

Pria berusia 24 tahun ini mulanya menjajal olahraga basket dengan pamannya. Namun namanya jodoh, dia malah serius dengan sepakbola. " Paman saya yang ngajarin basket. Nah pas saya sekolah di JIS (Jakarta International School ) saat itu gym masih renovasi, jadi tidak bisa latihan basket. Iseng-iseng coba Bola." cerita Arthur saat berbincang dengan Astaga.com akhir pekan lalu.

Bermula dari coba-coba, Arthur menemukan keasikan sendiri. Dengan restu dari kedua orang tuanya, dia menekuni sepakbola dengan serius. Dia masuk sekolah bola dan di masa remaja hijrah ke Eropa demi mengejar impiannya. "Saya tinggal di Eropa kurang lebih 7-8 tahun, awalnya di Inggris dulu, lalu ada agen yang melihat saya dan menawarkan untuk bermain di Spanyol." ungkap pria yang lahir di Surabaya ini.

Dia menimba ilmu di Manchester United Youth Academy sebelum bermain secara profesionalklub Espanyol. Arthur fasih berbahasa Inggris, Spanyol, Perancis, dan semua itu sangat membantu kelancaran karir dia di Eropa.

Hidup di Eropa tidak se-fancy yang mungkin orang lain bayangkan. Arthur hidup dari "honor" dengan sederhana, tidak berharap ada bantuan dari orang tuanya. "Kan saya sudah punya gaji sendiri, kok masih minta sama orang tua." ucapnya. Bukan materi tetapi dukungan penuh dari orang tuanya. Maklum Arthur adalah anak tunggal yang diijinkan orang tuanya untuk melanglang buana.

Selain doa restu, modal dari orang tua adalah petuah bijak. "Mereka sangat disiplin, banyak juga pengaruh sisi relijius yang sangat besar. Hidup ini harus kerja keras. Tuhan tidak mungkin kasih kalau kita tidak kerja keras. Apa yang bisa kita kerjakan, lakukan. Hasil bukan ditangan saya serahkan pada Tuhan. " tandasnya.

Nantikan kisah Arthur berikutnya, hanya di astaga.com

Arthur Irawan sepakbola persija belgia manchester united liverpool garuda didadaku