Apa Kata Model Cantik ini Mengenai Kasus Jessica "Sianida"

Model cantik yang juga pengacara dari kantor Lucas & Partners Law Firm, Nadia Saphira punya pendapat berbeda terhadap penyataan pengacara Hotman Paris Hutapea mengenai penggunaan CCTV pada kasus Jessica "Sianida".

Nadia Saphira mengatakan, pernyataan Hotman Paris Hutapea tentang sah tidaknya alat bukti CCTV dalam perkara pembunuhan Mirna yang dikaitkan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 20/PUU_XIV/2016 tanggal 7 September 2016, sejatinya pengacara kondang itu diminta untuk membaca putusan tersebut secara menyeluruh. CCTV itu dinilai Nadia bersifat publik, sehingga CCTV sah-sah saja jika dipakai di persidangan, seperti kasus kematian Mirna.

Bintang serial Ada Apa dengan Cinta ini menyebutkan, putusan MK itu untuk membatasi penggunaan informasi elektronik dan dokumen elektronik sebagai alat bukti dalam suatu perkara, jika perolehannya melanggar hak asasi dan privasi seseorang. Ini berbeda dengan apa yang dijadikan Hotman sebagai dasar, yaitu gugatan politisi Setya Novanto terhadap Mahkamah Konstitusi.

Nadia menjelaskan, dasar permohonan uji materi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berawal dari rekaman pembicaraan yang dilakukan secara melawan hukum, melanggar privasi dan melanggar hak asasi seseorang. Namun, rekaman itu dijadikan alat bukti untuk mengkriminalisasi Novanto. Ini adalah hal berbeda dengan kasus Jessica "Sianida".

Kasus kematian Mirna, kata mantan model ini, CCTV di Kafe Olivier itu bersifat publik, sehingga tidak melanggar hak privasi maupun hak asasi siapa pun. "Makanya, CCTV tersebut merupakan alat bukti yang sah dan harus dipertimbangkan dalam pengambilan putusan majelis hakim pada perkara pembunuhan Mirna," tandasnya.

nadiasaphira pengacara lucassh kasusjessica sianida jessicawongso