Ibukota Negara Pindah ke Kalimantan?

PEMERINTAH berencana memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke salah satu provinsi di luar pulau jawa. Info terkini, Kalimantan rupanya dipilih sebagai salah satu lokasi tujuan Ibu Kota baru.

Selain lahannya yang luas dan diyakini aman dari bencana, Kalimantan dipilih karena lokasinya berada di tengah-tengah Indonesia.

Presiden Joko Widodo pun telah meninjau beberapa wilayah yang berpeluang akan menjadi Ibu Kota baru bagi Republik Indonesia di Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur.

Kalau ini jadi, berikut 5 konsekuensi mengenai pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan:

1. PNS Ikut Pindah

Menteri PANRB Syafruddin mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di pemerintah pusat dan Kementerian/Lembaga akan ikut bermigrasi jika Ibu Kota baru jadi dibangun. Menpan memperkirakan, akan ada 1 juta ASN/PNS yang akan dibawa dalam pemindahan ke Ibu Kota baru.

2. Fasilitas Sarana dan Prasarana yang Memadai

Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan Ibu Kota negara yakni sarana utilitas, gedung perkantoran, dan fasilitas publik. Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri dari saluran multifungsi, sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik, jalan, serta sejumlah sarana utilitas lainnya.

Sedangkan untuk gedung perkantoran yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan Ibu Kota negara antara lain gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah sakit, sarana dan prasarana olahraga, serta kesenian, perpustakaan, transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa), dan berbagai fasilitas publik lainnya.

Rencananya Kementerian PPN/Bappenas akan membentuk sebuah badan otoritas yang bertugas untuk mempermudah manajemen aset dan pendanaan bagi proyek-proyek KPBU utilitas.

3. Ibu kota Ramah Lingkungan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Ibu Kota yang ramah lingkungan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, dipilihnya konsep forest city itu untuk menjaga agar Ibu Kota baru nantinya bersifat ramah lingkungan, dan kebetulan Pulau Kalimantan merupakan daerah yang dianggap sebagai hutan dunia. Untuk mewujudkan Ibu Kota berkonsep forest city itu tidak harus membuat taman, namun maksudnya jumlah pohon yang ditanam dan menjaga kondisi ibukota tersebut tetap hijau yang diprioritaskan.

4. Harga Tanah Naik

Harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya. Hal tersebut muncul karena masyarakat banyak yang termakan tingginya harga tanah setelah isu pemindahan ibu kota.

Berdasarkan informasi, harga tanah di Gunung Mas, satu kavling tanah biasanya dipatok ukuran 20x30 meter dengan harga Rp 10 juta jika jauh dari pemukiman. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman, biasanya dihargai Rp 25 juta. Dengan munculnya informasi akan dijadikan ibu kota, tanah melonjak menjadi Rp 40 juta per kavling dan Rp 100 juta per kavling bila dekat dengan pemukiman atau naik empat kali lipat.

5. Harus Berantas Kebakaran Lahan

Kalimantan, punya potensi rawan kebakaran hutan menjadi masalah utama di kota sebagai hutan dunia tersebut. Di wilayah Kalimantan Timur banyak lubang bekas tambang. Tentunya harus menjadi perhatian khusus agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Bagaimana Nasib Jakarta Bila Ibu Kota Pindah ke Kalimantan?

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas membuka kemungkinan masterplan ibu kota yang baru dirancang mulai 2020. Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan Kota Jakarta akan tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi meski ibu kota resmi pindah ke Kalimantan. Sejumlah kantor pusat keekonomian masih bakal bernaung di Jakarta. "Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal masih tetap di Jakarta," ujarnya.

Opini Teman-teman yang bikin Kocak :

1. Kalau Ibu Kota udah resmi dipindah ke Kalimantan, nggak akan ada lagi deh itu artis ibukota kayak biasanya. Adanya cuma "artis Jakarta".

2. Dulu, orang yang medok selalu dibilang dari Jawa, padahal Jakarta kan juga Jawa. Nanti alasan kayak gitu nggak akan berlaku lagi deh pasti.

3. Nggak cuma “Lo Gue” ala Jakarta yang jadi bahasa gaul se-Indonesia, siapa tahu nanti bahasa daerah dari Kalimantan juga bisa jadi nggak kalah gaul.

4. Nanti kalau mau demo, kayaknya bikin masyarakat harus berpikir lebih banyak deh. Biasanya demonstran bisa ke Jakarta naik bis, tapi beda ceritanya kalau harus ke Kalimantan, mau berapa lama kalian naik bis!?

Kalimantan Ibukota Astaga.com