Dewan Komisaris OJK temui Presiden, Ini Topik yang Dibicarakan

Dewan Komisaris (DK) Otoritas Jasa Keuangan, yang dilantik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tanggal 20 Juli 2017 lalu, menemui Presiden Joko Widodo untuk memperkenalkan diri.

Mereka adalah Wimboh Santoso (Ketua), Riswinandi (anggota), Heru Kristiyana (anggota), Nurhaida (anggota), Hoesen (anggota), Ahmad Hidayat (anggota), Tirta Segara (anggota), Mardiasmo (anggota ex officio Kementerian Keuangan) serta Mirza Adityaswara (anggota ex officio Bank Indonesia).

Beberapa yang dibicarakan diantaranya, upaya menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia, kontribusi sektor keuangan dalam hal pembiayaan pada sektor riil, sektor riil yang besar, menengah, maupun kecil.

Kepada Dewan yang saat itu didampingi Menkeu, Presiden berpesan agar OJK  menjaga dengan sebaik-baiknya sektor keuangan supaya stabil sehingga ikut membantu menjaga kesinambungan pembiayaan ekonomi dalam membiayai pembangunan.  Sri Mulyani  juga menambahkan, bahwa Presiden meminta OJK memfasilitasi munculnya instrumen-instrumen baru keuangan. 

"Tadi sekuritisasi supaya lembaga keuangan atau BUMN bisa berinovasi pada instrumen pembiayaan dan tentu dalam hal ini OJK bisa mendukungnya. Kebetulan dari pak Hoesen, dari capital market, memang ada launching yang dilakukan dan itu sesuai dengan harapan bapak Presiden, karena ada sekuritisasi dari dua BUMN," kata Sri Mulyani. BUMN yang dimaksud adalah PT Jasa Marga dan PT PLN yang bentuknya KIK. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir keuangan investasi presiden