Budaya Baru transportasi Jakarta

Kehadiran mass rapidtransit (MRT) Jakarta akan menciptakan peradaban baru masyarakat Ibu Kota..

JAKARTA–Kehadiran mass rapidtransit (MRT) Jakarta akan menciptakan peradaban baru masyarakat Ibu Kota.

 

Kota-kota pinggiran Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Bogor harus memiliki moda transportasi massal lebih banyak dan bukan hanya kereta rel listrik (KRL) atau bus agar pergerakan masyarakat lebih mudah. Yang tak kalah penting adalah pengguna transportasi umum harus turut bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada.

 

Perlu penegakan disiplin oleh semua lapisan masyarakat agar infrastruktur yang dibangun dengan nilai triliunan rupiah itu bisa memberikan manfaat berkesinambungan. Ihwal peradaban baru dalam sistem transportasi massal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo(Jokowi) saat meresmikan MRT Jakarta di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI)kemarin. Presiden berharap beroperasinya MRT fase I ini akan membuat kebiasaan masyarakat berubah dari yang semula mengandalkan kendaraan pribadi beralih ketransportasi umum dalam mobilitas sehari-hari.

 

Menurut Jokowi, ke depan transportasi massal seperti MRT akan terhubung dengan moda lainnya, yaitu lightrail transit (LRT) Jabodetabek, KRL, dan Trans Jakarta. Integrasi ini akan terpusat di kawasan Stasiun Dukuh Atas yang menjadi pertemuan tiga moda transportasi umum berbasis rel.

 

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, pembangunan MRT tahap 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) merupakan sebuah terobosan infrastruktur untuk mengintegrasikan transportasi di DKI Jakarta.

 

 

Anies menjelaskan, MRT atau juga disebut moda raya terpadu ini adalah salah satu terobosan infrastruktur kelas dunia yang menempatkan Jakarta sebagai kota megapolitan modern. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota sebuah negara anggota G-20 harus menjadi kota global yang maju, sejajar dengan berbagai kota utama dunia lainnya.

 

Pembangunan 13 stasiun antara Lebak Bulus dan Bundaran HI, lanjut Anies, telah dirampungkan dan diresmikan.MRT yang memiliki delapan rangkaian itu akan mulai beroperasi pukul 05.30 sd22.30 WIB selama Maret dan April.

 

Setelah itu jumlah rangkaianditingkatkan menjadi 16 dan jam operasional ditambah dari pukul 05.00 sd 24.00WIB.

 

Menurut informasi dari Dirut MRT,ada 253.553 pekerja yang terlibat da lam pembangunan MRT Jakarta fase I sejak ground breaking sampai selesai, ditambah 546 orang karyawan PT MRT,” ungkapnya.Dalam kesempatan tersebut Anies juga menyampaikan terima kasih kepada para gubernur Jakarta yang telah ikut mengawal dan mendorong proses pembangunan MRT dalam masa periodenya.

 

“Tarifnya nanti akan berbeda-bedatergantung tujuannya. MRT ini tarifnya berdasarkan stasiun. Anda naik dari stasiunmana, turun stasiun mana, harganya beda-beda,” kata Anies. Untuk tarif ini Anies mengatakan bahwa penetapannya baru akan diumumkan hari ini.

 

Dia berharap calon penumpangnya dipermudah, terutama integrasi kartu yang bisa dimanfaatkan untuk Trans Jakarta maupun KRL. “Tinggal kita lihat, kalau dari sisi tarif tidak ada masalah atau tidak dikeluhkan penumpang, tinggal integrasinya saja yang perlu dengan moda lain seperti KRL maupun Bus Trans Jakarta,” ucapnya.

 

Pengamat sosial vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai, MRT memiliki dua karakter, yaitu fungsional dan sosial. Secara fungsional, MRT sebenarnya menjadi hal yang tidak“asing” karena fungsinya yang sama dengan KRL atau kereta antar kota yang juga sudah akrab di masyarakat. (berbagai sumber/gt)

 

 

#budayabaru #transpotasijakarta