Waspadai 10 Bahaya Makanan Manis Bagi Kesehatan Si Kecil!

Sepertinya hampir semua anak kecil suka makanan manis. Jenis makanan seperti permen, gulali, es krim, coklat dan banyak lagi adalah makanan yang sangat disukai anak-anak.

Makanan dengan rasa manis memang menarik si kecil sehingga hal ini sulit untuk dihindari. Padahal mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan dalam jangka panjang beresiko terhadap gangguan kesehatan.

Dalam hal ini peran penting Anda sebagai orangtua adalah memberikan kontrol bagi anak sehingga tidak mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan.

Nah apa saja sih bahaya yang mengancam si kecil jika mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan? Simak yang berikut ya moms!

1. Gizi tidak berimbang

Ketika masuk kedalam tubuh, gula akan dirubah menjadi energi dan membuat si kecil kenyang lebih lama. Nah, kondisi ini akan menurunkan nafsu makan si kecil sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi. Padahal tubuh si kecil membutuhkan asupan nutrisi lain seperti lemak, vitamin, protein, mineral dan nutrisi lainnya.

2. Kerusakan gigi

Kandungan gula yang tinggi secara perlahan akan menyebabkan kerusakan pada lapisan gigi si kecil. Hal ini terjadi karena sisa makanan manis akan memicu bakteri sehingga menyebabkan asam pada gigi yang menyebabkan gigi berlubang.

3. Diabetes

Sudah bukan rahasia lagi jika makanan manis adalah salah satu pemicu timbulnya penyakit gula darah. Nah, jika si kecil memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula berlebih maka bukan tidak mungkin akan terkena penyakit ini di usia muda. Maka dari itu berikan kontrol terhadap anak dalam mengkonsumsi makanan manis.

4. Obesitas

Asupan gula berlebih berarti kalori tubuh meningkat sehingga hal ini beresiko menyebabkan terjadinya penimbunan lemak di dalam tubuh. Lama kelamaan akan memicu resiko obesitas atau kelebihan berat badan.

5. Kanker pankreas

Mengkonsumsi makanan atau minuman manis dengan kandungan gula yang cukup tinggi bisa memicu penyakit kanker pankreas. Hal ini sangat rentan menyerang anak-anak usia dini jika tidak segera ditangani secepat mungkin. Berikan batasan pada anak dalam mengkonsumsi makanan manis.

6. Sugar rush

Sugar rush terjadi saat balita mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti donat, bolu, cupcakes, atau muffin. Makanan ini cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat cepat lalu turun lagi. Kenaikan gula darah ini memompa energi balita dan berdampak buruk pada konsentrasinya. Jaga dan batasi asupan makanan anak yang mengandung gula tinggi. Cobalah berikan kue buatan sendiri atau buah-buahan sebagai gantinya.

7. Kehilangan nafsu makan

Apa yang terjadi jika balita makan makanan manis sebelum jam makan? Makanan manis memiliki kalori tinggi sehingga memberikan efek kenyang sesaat. Dampaknya? Balita pasti malas makan karena sudah merasa kenyang. Karena itu, hindari memberikan makanan manis apa pun sebelum jam makan. Anda dapat membuat jadwal kapan anak boleh makan makanan manis.

8. Menurunkan kemampuan otak

Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak. Maka dengan mengonsumsi banyak gula, sel-sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat. Sehingga anak akan malas belajar dan kesulitan menangkap pelajaran.

9. Dugaan hiperaktif

Pada tahun 1973, Benjamin Feingold, seorang ahli alergi, mengatakan bahwa gula dan pewarna buatan memperburuk dan memicu hiperaktif pada anak. Beberapa orang tua juga melaporkan bahwa anak-anaknya yang berkebutuhan khusus, menjadi hiperaktif setelah mengkonsumsi berbagai makanan terutama permen dan makanan yang manis-manis.

Ini menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk membatasi asupan 
makanan manis seperti cokelat, permen, dan kue kepada anak-anaknya, terutama pada malam hari. Mereka percaya bahwa anak-anak mereka mengalami kesulitan untuk bersantai atau tidur setelah mengkonsumsi gula pada malam hari. Namun, keterkaitan antara gula dan hiperaktivitas pada anak-anak masih menjadi bahasan yang kontroversial sampai saat ini.

10. Dampak adiktif atau kecanduan

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi juga akan membuat anak kecanduan. Mereka akan meminta lagi dan lagi. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan energinya, anak bisa mendapatkannya dari karbohidrat  kompleks yang jauh lebih sehat.

Karena efek candu inilah, semakin banyak gula yang masuk ke dalam tubuh anak, semakin tinggi pula keinginan si kecil untuk menyantap yang manis-manis. Pasalnya, konsumsi gula berlebihan akan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah, yang kemudian diikuti dengan produksi hormon insulin dalam jumlah besar. Kelebihan kadar insulin dalam darah inilah yang kemudian memicu sensor pada otak untuk menyantap gula lebih banyak lagi.

Jumlah yang pas

Nah moms, sudah tahukan bahaya yang mengintai anak jika mereka terbiasa mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan? Pada dasarnya makanan manis tidak dilarang, hanya saja harus dibatasi supaya tidak membahayakan kesehatan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, 10% sama nilainya dengan 4-5 sendok teh gula. Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun, 10% sama artinya dengan 5-8 sendok teh gula.

So moms, mulai sekarang berikan makanan manis secukupnya saja ya, sesuai jumlah yang direkomendasikan. Jangan lupa berikan anak asupan gizi yang seimbang dengan memberinya sayuran dan aneka buah. Untuk menambah kebugarannya, biasakan si kecil rutin berolahraga. Karena kalau bukan kita yang menjaga kesehatan anak-anak, siapa lagi? So keep your kids healthy and happy moms! [Tri]

astaga 10 bahaya makanan manis kesehatan anak orangtua keluarga mom & kids