Melatih Anak Agar Berhenti Ngompol

Mengompol atau dalam bahasa medisnya octurnal enuresis merupakan istilah untuk seseorang yang buang air kecil tanpa disadarinya, saat mereka sedang tertidur, terutama pada malam hari.

Mengompol masih dianggap normal jika terjadi pada bayi atau anak usia balita. Menurut penelitian, gejala ngompol terjadi setiap 1 dari 3 anak berusia 5 tahun, dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki.

Mengompol juga wajar dialami oleh anak-anak usia pra sekolah dasar yaitu pada anak usia 6 sampai 7 tahun, dimana menurut penelitian ini, 10 persen dari jumlah anak-anak usia tersebut masih belum dapat lepas dari kebiasaan ngompol.

Yang jadi masalah adalah jika usia anak sudah diatas 7 tahun, namun masih suka ngompol, tentu saja hal ini cukup merepotkan dan menimbulkan rasa minder atau tidak percaya diri pada anak. Karena seharusnya  usia 7 tahun ke atas, anak sudah bisa mengatur kapan waktunya harus buang air kecil ke toilet seiring dengan perkembangan otot-otot pada kandung kemihnya yang sudah mulai stabil.

Nah moms jika balita Anda masih suka mengompol,  mulailah melatihnya agar tidak mengompol, karena jika dibiarkan, khawatir akan keterusan hingga anak masuk usia sekolah. Berikut ini tips melatih anak agar tidak ngompol.

1.Buang air kecil sebelum tidur

Jelaskan pada anak bahwa ia tidak boleh ngompol dimanapun ia tidur. Biasakan untuk buang air kecil 30 menit sebelum pergi tidur. Lanjutkan kebiasaan ini meski tidak tidur di rumah, misalnya ketika menginap di rumah kakek nenek atau kerabatnya.

2. Bangunkan anak bila dia tampak gelisah

Anak-anak yang minum susu sebelum tidur, biasanya merasa ingin buang air kecil di saat tidurnya. Sehingga anak umumnya gelisah saat kandung kemihnya mulai penuh. Saat anak terlihat gelisah, bangunkan anak dan ajak dia ke kamar mandi.

3. Batasi makanan dan minuman yang manis

Batasi konsumsi gula berlebih pada anak. Secara alami, tubuh akan membuang kelebihan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, termasuk gula. Minuman dan makanan yang manis akan membuat anak sering buang air kecil.

4. Terapkan toilet training

Jangan hentikan toilet training sampai anak berhenti mengompol. 
Ajak anak ke kamar mandi setiap 1- 2 jam sekali. Sehingga otomatis anak akan terlatih buang air kecil di toilet dan bisa mengontrol keinginannya buang air kecil sampai di kamar mandi.

5. Beri pujian saat dia berhasil tidak ngompol

Kebiasaan mengompol tentu membuat anak sulit mengontrol air kencingnya. Sehingga ketika ia berhasil tidak mengompol, anggap saja itu sebagai prestasi. Berikan anak pujian saat ia tidak mengompol. Dipuji karena tidak mengompol, membuat anak bangga dan terpacu untuk terus tidak mengompol.

6. Jangan mengancam atau menghukum

Hindari mengancam anak misalnya dengan mengancam akan mencubitnya jika ia mengompol. Atau mengatakan "awas nanti ayah marah". Lebih baik katakan “malu kalau kamu masih ngompol, kamu kan sudah besar. Anak pintar pasti tidak ngompol lagi".

7. Gunakan perlak

Pelan-pelan hentikan kebiasaan memakai popok saat ia tidur di malam hari. Lalu alasi tempat tidurnya dengan perlak yang dilapisi kain. Jika ia tiba-tiba ngompol, ia akan mudah menyadarinya. Segera bawa ke kamar kecil jika ini terjadi. Dengan memakai perlak ia akan merasa tidak nyaman jika basah karena ngompol. Perlahan ia akan merubah kebiasaannya untuk buang air kecil di kamar mandi.

8. Jangan permalukan dan memarahi anak

Sesungguhnya tak ada anak yang ingin mengompol, karena sebetulnya dia pun malu kalau ngompol. Memarahi anak di depan anggota keluarga lain akan membuatnya makin malu dan membuatnya down. Lebih baik ajak dia bicara pelan-pelan sesuai usianya. Katakan jika mengompol akan membuatnya tidak nyaman. Ajari ia tanggung jawab untuk membuat tidurnya nyaman tanpa ngompol di kasur.

9. Perlihatkan anak lain yang lebih besar

Beri contoh saudaranya yang sudah tidak ngompol lagi. Tunjukkan bagaimana anak-anak yang sudah cukup besar  buang air kecil sendiri ke kamar mandi. Dengan demikian ia akan mencontoh dan mulai belajar ke kamar mandi saat merasa ingin pipis.

10. Ajarkan dia bicara saat merasa ingin buang air kecil

Tekankan padanya untuk memberi tahu setiap ia ingin pipis.  Atau Anda dapat bersikap peka bila anak sudah menunjukkan gelagat ingin pipis. Anak-anak yang merasa ingin buang air kecil biasanya menggerakkan kepalanya secara tak sadar. Segera bawa anak ke kamar kecil.

So moms tak ada yang sulit kan? Ingat ya moms jangan pernah sekalipun berlaku kasar saat memberi tahu anak. Karena mengompol pada anak-anak sebetulnya adalah hal yang lumrah. Hanya saja anak perlu diajari untuk mengontrol air seninya agar kebiasaan itu tidak terbawa sampai usia sekolah.  Sehingga anak dan momie merasa nyaman. Namun jika kebiasaan mengompol anak begitu sulit dihentikan, mungkin Anda perlu konsultasi ke dokter anak. [Tri]

astaga mom & kids melatih anak