Melatih Agar Anak Tidur Terpisah dari Orangtua

Untuk berbagai alasan anak-anak masih tidur bersama orangtuanya. Kadang, tanpa terasa hingga usia anak menjelang remaja, anak masih saja tidur bersama kedua orangtuanya.

freepik

Mereka masih ingin dimanjakan orangtuanya sebelum tidur, tidak berani sendirian, takut akan kegelapan, takut halilintar maupun takut imajinasi dalam pikirannya.

Pada dasarnya, orangtua harus mengerti akan pentingnya tidur terpisah antara orangtua dan anak. Selain bagian dari mengajarkaan kemandirian dan keberanian untuk anak, hal ini juga akan menenangkan atau menjaga kualitas tidur anak dan orangtua, agar tidak sama-sama terganggu.

Berikut ini adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk melatih anak tidur terpisah dari orangtuanya.

1. Rencanakan sejak awal

Jangan minta atau menyuruh anak  untuk tidur sendirian secara mendadak. Karena tentu dia tidak siap. Bisa jadi ia akan menangis, marah, atau ngambek. Anda harus merancang strategi awal sebelum bertindak sesuai tujuan. Sebagai langkah pertama, pada siang hari mulai biasakan dia untuk tidur di kamar tidurnya. Antar dia di tempat tidurnya, lalu biarkan dia tertidur dengan sendirinya. Ketika mereka sudah terbiasa dengan kamar mereka, maka orangtua tidak perlu khawatir mulai melatih tidur sendirian di malam hari.

2. Menjamin keamanan dan kenyamanannya

Membiarkan anak tidur sendiri tidak berarti bahwa Anda harus menghindari kehadiran Anda. Anda harus membuat mereka merasa bahwa Anda berada di sana, selalu ada saat anak membutuhnya. Anda dapat mencoba ‘sepuluh menit kunjungan’. Katakan kepada mereka bahwa Anda akan datang setiap 10 menit dan melakukannya sampai mereka tidur. Ini akan menjadi jaminan bagi anak bahwa Anda selalu ada untuknya. Pastikan bahwa kamar anak aman dan nyaman. Tutup jendela dan gordyn, nyalakan air conditioner bila perlu, pastikan anak nyaman dari gangguan seperti nyamuk atau hal lain yang mengganggu.

3. Menemani sebelum tidur

Jangan langsung membiarkan anak tidur sendirian di dalam kamarnya. Mungkin untuk tiga hari pertama, Anda bisa menemaninya sebelum ia benar-benar terlelap. Saat ia sudah tertidur nyenyak, tinggalkan ia sendirian di kamar.

4. Mendongeng sebelum tidur

Saat menemaninya sebelum tidur di kamarnya, ajak dia bercengkerama tentang berbagai hal. Kalau dia suka mendengar cerita, ceritakan dongeng yang mendidik. Lalu pancing rasa ingin tahunya dengan sedikit bertanya tentang apa yang Anda ceritakan. Dengan demikian, selain dia akan terhibur juga akan menambah pengetahuan dan daya ingatnya. Ia pun akan tertidur dengan nyaman.

5. Gunakan lampu yang redup

Tanamkan pengertian kepadanya, bahwa sangat penting tidur malam dengan lampu redup atau bahkan dengan lampu mati. Selain baik manfaatnya untuk kesehatan (mengaktifkan hormon melatonin) yang dapat mencegah kanker dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, mematikan lampu saat tidur juga akan menghemat energi. Pastikan bahwa dalam keadaan gelap, kondisi kamar akan tetap nyaman dan aman.

6. Menerapkan ritual sebelum tidur

Biasakan anak-anak untuk menerapkan ritual sebelum tidur. Segelas susu hangat, menyikat gigi, pipis, mencuci tangan dan kaki, membaca buku sebelum tidur, membaca doa tidur, dan mengucapkan selamat malam akan membuat tidur anak-anak yang lebih menyenangkan dan mengantarkannya bermimpi indah. Semua rutinitas di malam hari tersebut akan membantu anak menyadari bahwa tidur adalah salah satu urutan terakhir dari bagian rutinitas sehari-hari mereka.

7. Hilangkan gangguan

Periksa setiap suara yang mengganggunya, lampu, gambar, atau gadget yang dapat menarik perhatian anak Anda. Pastikan suara di kamar tidurnya tenang. Matikan televisi, radio, handphone, komputer, dan game. Selain suara yang berisik, dan gambar-gambar game yang membuatnya tidak jadi tidur, hal tersebut juga tidak baik untuk kesehatan. Hal tersebut dapat membuatnya pusing atau sakit kepala, sakit mata bahkan insomnia. Jadi pastikan tak ada hal yang mengganggu ya moms, agar si kecil tidur lebih nyenyak.

8. Jangan terlalu lama mengeloni anak

Jangan terlalu lama mengeloni anak sebelum tidur. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek ketergantungan. Biasanya  orang tua mengeloni anak hingga tertidur, lalu baru diam-diam meninggalkannya di tengah malam ketika anak itu sudah tidur. Sebenarnya, hal tidak akan menjamin tidur yang aman untuk anak. DIkhawatirkan yang terjadi saat anak terbangun di tengah malam, ketika melihat ibu/ayahnya tidak ada di tempat tidurnya, ia akan histeris.

Jadi, latih psikologisnya, tanamkan kepadanya bahwa anak yang telah tumbuh besar, perlu tidur di kamarnya sendiri atau bersama saudaranya (adik/kakak). Orangtua harus tidur di kamar orangtua. Jadi, biarkan dan latih dia untuk tidur tanpa Anda keloni. Menemani atau mengeloni anak  mungkin bisa ditoleransi hingga satu minggu lamanya. Setelah itu Anda harus 'tega' membiarkan tidur sendiri, dengan sejumlah pengertian yang Anda tekankan.

9. Biarkan dia merasa nyaman bersama benda kesayangannya

Biasanya anak kecil memiliki benda kesayangan. Tidak masalah jika  buah hati Anda merasa nyaman tidur bersama benda kesayangannya tersebut. Misalnya boneka kesayangan, bantal/guling, atau selimut kesayangan. Mungkin dengan benda kesayangannya, anak akan merasa 'ditemani' dan lebih nyaman saat tidur.

10. Biasakan berdoa

Ajarkan anak doa sebelum tidur. Biasakan untuk selalu berdoa agar anak merasa nyaman dan terlindungi. Dengan demikian anak-anak akan merasa percaya diri ketika harus tidur terpisah dari orangtuanya.
 
Nah moms, sudah beranikah buah hati Anda tidur terpisah? Ingat moms, melatihnya tidur sendiri, akan melatih keberanian dan kemandiriannya. Tidur terpisah dari orangtua juga akan menyehatkan mental anak dan menjaga privasi anda dan pasangan loh moms! Karena tak bisa dipungkiri, Anda dan suami tentu ingin bermesraan tanpa khawatir kepergok anak kan? So melatihnya tidur sendiri sejak dini akan lebih baik![Tri]

astaga mom & kids ibu & anak ibu edukasi orangtua