Kakak dan Adik Sering Bertengkar? Ini 10 Solusinya!

Pertengkaran kakak dan adik sebenarnya adalah hal yang lumrah, terutama saat usia mereka masih kanak-kanak.

freepik

Pertengkaran kadang dipicu oleh hal sepele, seperti rebutan mainan, rebutan makanan, saling meledek, berebut perhatian orangtua  atau sekedar selisih paham.

Jika pertengkaran itu hanya terjadi sesekali tentu tidak menjadi masalah. Anggap saja itu sebagai penyemarak keluarga. Tapi, jika pertengkaran terjadi terus menerus jelas membuat momies kerepotan kan?  Bahkan bisa membuat orang tua stres dan pusing tujuh keliling.

Lalu bagaimana cara mengatasi pertengkaran adik kakak yang sering terjadi? Coba simak 10 tips berikut ya moms:

1. Hindari Emosi

Sebaiknya  berpikirlah dengan kepala dingin dalam menghadapi kakak dan adik yang sering bertengkar. Hindari emosi yang berlebih pada salah satu anak  karena akan membuat salah satu  anak cemburu sosial. Anda dapat mengamati pertengkaran mereka secara obejktif. Jika pertengkaran kecil, biasanya tidak akan berlangsung lama dan mereka akan kembali akrab hanya dalam hitungan beberapa menit saja.

2. Jangan menjadi penonton

Sebaiknya orang tua menghindari untuk menjadi penonton, karena pertengkaran kakak dan adik sering kali dipicu untuk mendapatkan perhatian Anda. Semakin Anda menontonnya semakin lama pertengkaran tersebut berlangsung. Jika Anda yakin pertengkaran itu tak berbahaya, Anda dapat meninggalkan ruangan dan anak  dapat menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa pembelaan dari Anda pada salah satu anak.

3. Berikan solusi di waktu yang tepat

Ketika kakak dan adik bertengkar sebaiknya amati terlebih dulu pertengkaran mereka. Ketika Anda telah menemukan permasalahannya, Anda dapat memberikan solusi yang terbaik. Misalnya ketika kakak sedang bermain mobil-mobilan dan adik menginginkan benda yang sama, Anda dapat memberikan waktu untuk bergantian menggunakan mainan tersebut.

4. Ajarkan cara bernegosiasi

Saat usia anak semakin bertambah Anda dapat mengajarkan kakak dan adik untuk menyelesaikannya sendiri. Ajarkan mereka bagaimana caranya berdamai dan menemukan win-win solution. Dalam hal ini Anda dapat berperan sebagai penengah.

5. Alihkan perhatian

Ketika mereka sedang bertengkar, Anda dapat mengalihkan perhatian mereka dengan meminta bantuan untuk  mengerjakan suatu hal. Sehingga mereka melupakan pertengkaran tersebut. Misalnya ajak mereka untuk membereskan tempat tidur, menyiram tanaman dan lain-lain.

6. Bantu anak mengekspresikan perasaannya

Pertengkaran kecil biasanya timbul karena anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka. Misalnya, seorang kakak tidak ingin meminjamkan mainannya untuk si adik. Seorang anak biasanya tidak suka apabila barangnya disentuh oleh orang lain, meskipun itu saudaranya sendiri.

Pada saat itu, Anda sebagai orang tua harus tanggap, bertindak dan menjelaskan kepada mereka bahwa sebagai kakak dan adik harus saling berbagi. Jika ingin meminjam harus minta izin dulu kepada pemiliknya. Dan sang kakak juga harus diberi pengertian untuk meminjamkan adiknya karena suatu saat kalau adik punya mainan, kakak juga boleh pinjam.

7. Jangan membela salah satu anak

Setiap anak pasti memiliki alasan mengapa mereka melakukan suatu perbuatan. Ajaklah mereka mengobrol untuk mengetahui alasan dibalik pertengkaran  yang terjadi.

Jadi jika terjadi pertengkaran berkelanjutan dari kakak dan adik. Lihatlah dari kedua sisi, jangan selalu membela sang adik hanya karena si adik lebih muda. Damaikanlah mereka dengan memberi  pengertian bahwa saudara itu harus saling menyayangi dan rukun. Jelaskan juga bahwa Anda sangat bahagia jika mereka rukun.

8. Dorong mereka untuk bekerja sama

Saat mereka sudah berhasil  menyelesaikan permasalahannya, ajarakan pada mereka untuk bekerjasama. Misalnya: Kakak ingin menonton pertandingan sepak bola di tv, sementara adik ingin menonton kartun.

Nah disini Anda bisa mengatakan bahwa mereka bisa bergantian untuk menonton acara favorit mereka. Jika pertandingan bola mulai duluan maka mereka bersama-sama nonton sepak bola kemudian saat sponsor di ganti dengan kartun. Pertengkaran kecil pun bisa dikurangi.

9. Buatlah aturan

Jika perlu, buatlah peraturan untuk anak-anak, berupa aturan tertulis. Isi peraturan tersebut adalah tentang larangan bertengkar berikut sanksinya jika peraturan  itu dilanggar. Buatlah sanksi yang positif dan mendidik. Misalnya sanksi membersihkan pekarangan rumah, pemotongan uang saku dan lain-lain.

Peraturan ini dibuat agar mereka mengingatnya saat mereka bertengkar. Jika mereka bisa memenuhi aturan tersebut maka pujilah mereka. Sehingga mereka merasa dihargai.

10. Jangan membandingkan satu sama lain

Setiap anak itu unik. Hendaknya para orang tua tidak membanding-bandingkan anak-anaknya. Hal itu dapat memunculkan rasa cemburu antar saudara dan berujung pada sebuah pertengkaran.

Jangan pelit untuk memberikan pujian, reward, atau pelukan saat salah satu dari mereka melakukan hal baik, sekalipun itu adalah hal yang sepele, misalnya mengambilkan Anda minuman saat Anda haus. Ucapkan terima kasih atas perhatian kecil si anak.

Ingat ya moms, prestasi anak itu tidak selalu berkaitan dengan bidang akademis saja. Perbuatan baik, membantu sesama, mampu mengendalikan emosi juga termasuk sebuah prestasi yang harus dihargai.

Jangan lupa moms, karakter dan perilaku anak sedikit banyak dipengaruhi oleh karakter kedua orangtuanya. So, moms dan pasangan harus selalu memberi contoh keakraban dan kasih sayang.

Luangkan waktu untuk menjalin kebersamaan dengan pasangan dan anak-anak. Ajak mereka untuk selalu berkomunikasi dan membicarakan apapun itu yang mereka rasakan dan butuhkan. Sehingga moms dan suami dapat memahami karakter masing-masing anak, sehingga meminimalisir pertengkaran. [Tri]

astaga mom&kids bertengkar adik kakak 10 solusi 10 tips edukasi pendidikan