Difteri, dan Cara Penanganannya!

Belakangan ini terjadi wabah luar biasa penyakit difteri. Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium.

freepik.com

Belakangan ini terjadi wabah luar biasa penyakit difteri. Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh  bakteri corynebacterium.  Gejala yang muncul bila kita terkena difteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan.

Dalam kasus yang lebih lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain. 

Kasus difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana kesadaran akan pentingnya vaksinasi masih rendah.

Tanda dan gejala

Penyakit difteri dapat dikenali dari beberapa tanda berikut: Tenggorokan seperti dilapisi selaput tebal keabu-abuan, radang tenggorokan dan suara menjadi serak, pembengkakan pada kelenjar leher,  kesulitan menelan, hidung berlendir, demam dan menggigil, batuk, perasaan tidak nyaman, gangguan penglihatan, bicara yang melantur, kulit pucat, berkeringat dan jantung berdebar.

Pemicu difteri

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat terkena difteri, yaitu:

Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, belum mendapat vaksinasi difteri terbaru, memiliki gangguan sistem imun, seperti AIDS, dan memiliki sistem imun yang lemah.

Diagnosa dokter

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan pada kelenjar limfa. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri. Dokter juga dapat menanyakan sejarah medis serta gejala yang Anda alami.

Guna pemeriksaan yang lebih pasti, dokter dapat melakukan biopsi terhadap sampel jaringan yang diduga terpapar dan memeriksakannya ke laboratorium. Hasil dari laboratorium ini lah yang kemudian dapat digunakan secara pasti bagi dokter untuk menentukan apakah kita terkenda difteri atau tidak. walaupun memiliki gejala di atas.

Bila kita divonis terpapar diferi, dokter akan segera menangani penyakit ini, karena difteri adalah kondisi yang sangat serius. Pertama, dokter akan memberi suntikan antitoksin, untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri.

Pada kondisi tertentu, dokter akan menganjurkan pasien untuk dirawat inap agar dapat diobservasi dengan lebih baik.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila terkena difteri?

Berikut adalah yang perlu Anda lakukan saat terkena difteri:

1. Sakit serius sepeti difteri sangat disarankan untuk beristirahat penuh sampai pulih. Dengan beristirahat akan mengembalikan energi dan memperbaiki sistem imun tubuh.

2. Hindari kontak dengan orang lain agar tidak turut menyebarkan difteri. Bila perlu, berlakukan isolasi ketat.

3. Sebelumnya harus tetap dimintakan pertolongan dokter. Sementara itu perlu diadakan tindakan guna mencegah penularan terlebih lanjut.

4. Jaga kebersihan dengan benar. Jangan terkontaminasi sesuatu yang  mengandung kuman-kuman difteri yaitu segala kotoran yang keluar dari mulut dan hidung si penderita, demikian juga tempat tidur, pakaian dan semua benda yang pernah disentuhnya.

5. Konsumsi bawang putih ternyata baik untuk penderita difteri. Kenapa bawang putih? Karena bawang putih memiliki kandungan zat ” Alicin ” yang dapat membantu membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat yang dapat membantu untuk melawan infeksi bakteri penyebab utama difteri.

6. Konsumsi jeruk juga baik untuk penderita dan mencegah difteri secara alami. Jeruk ini merupakan buah yang kaya akan Vitamin C  yang dapat membantu untuk melawan penyakit difteri. Jadi, jeruk dianjurkan untuk dikonsumsi penderita difteri.

5. Makan makanan yang kaya vitamin dan mineral serta mengandung asam lemak agar kekebalan tubuh meningkat.

6. Minum madu, karena madu merupakan antibiotik alami yang dipercaya dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit.

7. Untuk kasus difteri, pasien akan mendapatkan pengobatan antibiotik dengan obat erythromycin atau penicillin. Kedua jenis antibiotik ini efektif membasmi bakteri serta mencegah penyebaran bakteri.

8. Pengobatan antitoksin. Ini adalah terapi khusus yang diberikan untuk mengatasi efek toksin (racun) dari bakteri corynebacterium diphtheria. Terapi ini bekerja menetralisir toksin yang dihasilkan bakteri serta mencegahnya merusak sel-sel sehat yang terinfeksi. Juga bekerja mencegah serta mengatasi penyebaran selaput putih akibat reaksi toksin.

9. Konsumsi vitamin yang direkomendasikan dokter. Hal ini untuk membantu proses penyembuhan pasien.

10. Berkumur dengan cairan antiseptik selama 30 detik dapat membunuh sebagian besar kuman, termasuk bakteri dan virus yang menyebabkan sakit tenggorokan dan difteri. Berkumur secara teratur menggunakan obat kumur khusus juga dapat mengurangi pergerakan bakteri, virus, dan jamur dari mulut ke dalam saluran pernapasan hingga ke paru.

So moms, jangan mengabaikan penyakit yang tengah mewabah ini ya? Karena bila kita mengabaikan penyakit ini, komplikasi dapat terjadi dan tingkat bahaya akan semakin tinggi.

Di antaranya tertutupnya saluran napas oleh selaput kerusakan pada otot jantung (miokarditis), kerusakan pada saraf (polineuropati), dan infeksi paru (gagal napas atau pneumonia).

Tapi ingat ya moms, walaupun dapat ditangani oleh dokter dan tenaga medis, namun akan jauh lebih baik bila kita berperilaku sehat dan mencegah datangnya difteri.

Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

Vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Selanjutnya dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis (Tdap/Td) pada usia 10 tahun dan 18 tahun. Vaksin Td dapat diulangi setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan yang optimal. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, baik makanan, pakaian dan lingkungan. [Tri]

astaga mom & kids difteri cara penanganan kesehatan