Anak Anda Sulit Konsentrasi Belajar Moms? Ini Dia 10 Tips Mengatasinya!

Setiap orangtua pasti ingin anaknya semangat belajar. Namun tak semua anak memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Sebagian orangtua mengeluh karena menghadapi anaknya yang sulit untuk konsentrasi belajar.

Anak-anak yang kehilangan minat belajar biasanya lebih sering melamun saat guru menerangkan pelajaran di kelas. Selain melamun, sebagian anak-anak yang sulit konsentrasi belajar, lebih suka bermain atau mengganggu teman-temannya. Perhatian mereka terhadap studi akademis pun sangat rendah. Sehingga, jangankan berprestasi secara akademis, memahami pelajaran saja terasa sulit. 

Kondisi ini memang kerap membuat orangtua bingung. Namun orangtua harus menyikapinya dengan bijaksana. Jangan langsung memvonis anak Anda nakal, malas atau bodoh. Lebih baik support anak untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya. Bagaimana caranya? Simak 10 cara mudah dan sederhana berikut ini!

1. Waktu istirahat yang cukup

Bila tubuh anak sudah lelah, jangan dipaksakan untuk terus belajar. Biarkan anak beristirahat yang cukup,  karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misalnya ketika mereka pulang sekolah, biasakan agar anak tidur siang walau hanya 1-2 jam. Ini membuat otak dan fisik mereka istirahat, sehingga bila bangun tidur anak akan lebih segar.  Selain itu atur waktu tidur malam mereka, jangan sampai terlalu larut. Anak yang tidak tidur nyenyak pada malam harinya, akan mempengaruhi konsentrasi belajar anak pada keesokan harinya.

2. Mengontrol asupan makanan

Pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap daya konsentrasi anak.  Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Kadar gula yang tinggi dalam  tubuh dapat menyebabkan sistem tubuh terganggu. Anak akan mudah mengantuk dan lesu. Kurangi makanan yang berlemak, perbanyak makanan berprotein tanpa lemak seperti telur.  Protein yang tinggi akan berpengaruh pada fungsi otak, anak akan lebih mudah berkonsentrasi.

3. Olah raga teratur

Tingkatkan aktifitas fisik anak dengan mengajaknya berolahraga. Tetapi tidak harus dengan olah raga yang berat, melainkan aktifitas yang menyenangkan bagi mereka, seperti bersepeda dan bermain bola.   Ketika anak melakukan aktifitas fisik, aliran darah akan lancar dan dikirim ke otak, sehingga anak tidak mudah lesu dan dapat meningkatkan konsentrasi pada mereka

4. Batasi menonton televisi dan bermain gadget

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Itulah yang dialami oleh sebagian besar anak jaman sekarang, yaitu gadget addict dan senang menghabiskan waktu di depan televisi. Terlalu banyak main games dan menonton televisi akan membuat anak pasif dari kegiatan intelektual dan fisik mereka, seperti membaca, mengerjakan PR, bermain di luar, dan berinteraksi dengan teman-teman serta keluarga. Bahkan mereka cenderung menjadi anak yang tidak peduli dengan lingkungannya.

So moms, sebaiknya jangan meletakkan televisi di kamar. Apalagi anak sampai tertidur dan televisi dibiarkan terus menyala. Suara dan radiasi televisi akan mempengaruhi kualitas tidur anak sehingga mempengaruhi  konsentrasi mereka. Selain itu singkirkan gadget saat waktu belajar, makan, atau saat santai bersama keluarga.

5. Deteksi dini kesehatan anak

Anak yang mengalami kesulitan konsentrasi sebaiknya diteliti dan diperiksa mengenai kesehatannya. Tidak menutup kemungkinan ternyata mereka sedang merasa lapar dan haus tetapi tidak diungkapkan. Atau terkadang masalah sepele, seperti sariawan juga dapat mengganggu konsentrasi mereka. Anda juga harus peka dengan kondisi anak, apakah ada anemia atau masalah lain. Masalah pendengaran dan penglihatan juga perlu diwaspadai. Bisa jadi anak sulit konsentrasi karena ada sesuatu hal di telinganya sehingga mereka membutuhkan alat bantu dengar atau anak sulit untuk melihat tulisan di papan tulis sehingga mereka butuh kaca mata.

Selain itu, hal lain yang perlu orangtua amati apakah si anak mengalami gangguan hiperaktif defisit perhatian atau Attention Deficit Hyperactive Disorder(ADHD).  Anak  yang mengalami ADHD sulit untuk berkonsentrasi dan membutuhkan terapi khusus dibandingkan dengan anak normal yang mengalami kesulitan konsentrasi. Hal ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami kesulitan konsentrasi biasa atau karena ADHD.

6. Ciptakan suasana belajar yang menarik

Mungkin anak Anda termasuk salah satu anak yang berprestasi di sekolah, tetapi tiba-tiba  menurun  prestasinya. Hal ini bisa jadi karena anak bosan dengan materi pelajarannya atau mereka gagal dalam mata pelajaran itu.    Sebaiknya, Anda tetap memberi motivasi pada anak untuk bertahan. Tunjukkan kepadanya bahwa Anda yakin bahwa anak Anda mampu melakukannya.      Bantu mereka dengan cara apapun semampu Anda.  Misalnya, saat belajar di rumah, gunakan alat bantu gambar yang mereka sukai, yang penting masih berkaitan dengan materi pelajaran.  Memang jadi membutuhkan waktu lebih lama, tetapi metode ini mempermudahnya untuk berkonsentrasi lebih baik.

7. Beri penghargaan

Berikan penghargaan atas keberhasilan anak sekecil apapun itu. Ingat ya moms, keberhasilan seorang anak tidak selalu berkaitan dengan ranking akademik. Ketika dia bersikap patuh itu sudah merupakan prestasi tersendiri. Maka pujilah dia atas sikapnya. Atau ketika dia mau mengerjakan peer,  katakan bahwa Anda bangga padanya.  Dan perlu diingat juga, penghargaan itu tidak harus berupa materi, tapi kasih sayang, pelukan hangat, pujian, dan senyum yang tulus merupakan penghargaan yang sangat berarti bagi anak-anak, yang tak bisa dibandingkan dengan materi.

8. Komunikasi dua arah

Sama halnya dengan orang dewasa.  Salah satu penyebab anak sulit berkonsentrasi karena adanya masalah yang mengganggu pikiran mereka. Hal ini dapat menyumbat konsentrasinya,  dan akan cair sampai mereka berhasil  mengeluarkan hal yang sedang dipikirkannya tersebut. Buatlah komunikasi dua arah yang baik.    Telusuri apa yang mengganjal pikiran mereka. Anda dapat menjadi pendengar yang baik dan aktif bertanya.  Misalnya apa yang terjadi hari ini di sekolah, apa kesulitannya, apa yang dia lakukan bersama teman-temannya, dan lain- lain. Rangsang dia untuk bercerita dan mengungkapkan pendapat. Hal ini akan memacu memorinya untuk mengingat apa yang telah terjadi, sekaligus melatih konsentrasinya.

9. Ciptakan lingkungan yang nyaman

Konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh situasi dan lingkungan yang kondusif.    Buatlah tempat belajar anak yang nyaman dan sesuai dengan karakter anak. Ada anak yang senang belajar dengan diiringi musik tetapi ada juga yang dapat berkonsentrasi bila suasana hening, sunyi, tidak ada gangguan suara apapun. Maka ciptakan suasana belajar sesuai dengan tipe anak ya moms!

10. Atur posisi tubuh

Posisi tubuh juga mempengaruhi konsentrasi belajar. Jangan belajar dengan posisi yang salah, seperti tiduran, badan membungkuk atau setengah tidur. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar dan kursi yang membuat anak nyaman untuk belajar. Ini perlu Anda ingatkan saat anak berangkat sekolah. Agar saat belajar di sekolah, dia akan duduk dengan posisi tegak.

Ingat ya moms, meski mungkin bukan hal yang mudah, bahkan menguras emosi, tapi anak yang sulit konsentrasi belajar, bukan berarti sulit diselesaikan. Semua dapat ditangani asalkan Anda mau berusaha sekuat tenaga. Bicarakan juga dengan tenaga pendidik di sekolah mengenai kondisi anak. Jangan ragu untuk menanyakan perkembangan anak di sekolah dengan para guru. Intinya jangan sia-siakan masa pertumbuhan mereka. Beri perhatian dan kasih sayang yang tulus dan gali potensi mereka. [Tri]

astaga orangtua anak 10 tips belajar pendidikan keluarga