10 Tips Ini Akan Membuat Buah Hati Anda Pintar dan Cerdas

Dalam sebuah pernikahan, anak adalah harta yang tak ternilai harganya. Tak heran jika setiap orangtua ingin mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya.

Namun, sebagai orang tua kita wajib mengarahkan dan membimbing anak untuk menjadi sosok yang cerdas, pintar sekaligus mandiri. Sayangnya, masih ada  orang tua yang belum paham atau tidak mengerti cara mendidik anak agar tumbuh seperti yang diharapkan. Orangtua cenderung memanjakan dan memenuhi semua keinginan anak karena alasan sayang.

Berikut ini 10 cara untuk menciptakan generasi penerus yang lebih berkualitas. Simak ya moms!

1. Jadilah contoh dan panutan

Seorang anak tumbuh dan berkembang dengan melihat lingkungan terdekatnya. Khususnya orang tua yang mengasuh mereka.
Apa yang dilakukan orang tuanya, akan ditiru oleh sang anak.

Daripada anak mengidolakan tokoh kartun atau artis, kenapa bukan Anda yang menjadi sosok panutan mereka? Mulailah dengan menjaga sikap dan perkataan Anda di hadapan anak. Jadilah sosok pelindung dan pengayom yang selalu ada saat anak membutuhkan.

2. Hindari kata “jangan”

Terlalu banyak melarang anak dengan mengeluarkan kata “jangan” justru akan membatasi kreativitas dan daya eksplorasi anak. Padahal usia anak-anak cenderung tertarik dengan banyak hal yang ada di sekelilingnya.

Daripada Anda mengucapkan kata “jangan”, cobalah ganti dengan kata yang lebih positif. Misalnya saja kalimat “jangan berlari”. Coba ganti dengan kata “pelan-pelan saja ya sayang”. Hal itu akan membuat Anak merasa lebih nyaman karena  geraknya tidak selalu dibatasi.

3. Latih problem solving sejak dini

Ajarkan anak untuk memecahkan masalahnya sendiri sedini mungkin. Dengan demikian anak akan belajar beradaptasi dengan beragam kondisi dan situasi yang berbeda. Ini menjadi bekal bagi anak untuk mandiri dan tangguh.
Latihan ini juga mampu meningkatkan kecerdasan anak dan membentuk karakter yang lebih kuat.

4. Tanamkan kedisplinan dan tanggung jawab

Disiplin menjadi kunci perkembangan anak di masa dewasa kelak. Mulailah dari hal yang sederhana seperti selalu membuang sampah pada tempatnya, berangkat sekolah dan belajar tepat waktu, dan masih banyak lagi.

Lakukan dan terapkan kedisiplinan ini dalam berbagai tempat dan kesempatan. Ajarkan juga anak tentang tanggung jawab. Bisa dimulai dengan mengajari anak untuk membereskan mainannya setelah selesai bermain, mengerjakan peer tanpa disuruh, atau membereskan tempat tidurnya.

5. Ajarkan untuk berterima kasih

Mengucapkan terima kasih adalah sebuah hal yang mudah dilakukan. Tapi, jika tidak dibiasakan sejak kecil, anak akan susah untuk melakukannya. Latih dan ingatkan selalu agar anak terbiasa berterima kasih.

Dengan selalu berterima kasih kepada orang yang telah membantunya, anak diajarkan untuk menghargai orang lain. Secara tidak langsung anak juga telah diajarkan untuk lebih berempati kepada orang lain. Dengan demikian, mereka tidak akan tumbuh sebagai sosok yang angkuh dan egois.

6. Tidak memanjakan

Memanjakan anak adalah hal yang lumrah. Tapi jangan keterlaluan. Jangan memenuhi semua keinginannya. Misalnya dengan membelikan semua mainan yang diminta. Hal ini akan membuat anak 'lemah' dan merasa orangtua selalu bisa mewujudkan keinginannya. Akibatnya anak kurang bisa berjuang dan tak bisa mengerti kesulitan orang lain.

Berikan pengertian pada anak, bahwa tidak semua keinginannya itu adalah sesuatu yang dibutuhkan. Biarkan anak belajar memahami mana kebutuhan dan keinginan. Sehingga anak akan mudah memahami suatu kondisi dan tidak tumbuh menjadi pribadi yang cengeng.

7. Beri cukup nutrisi

Selain stimulus dari luar,  kebutuhan gizi anak juga harus diperhatikan. Yaitu dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup. Mengapa? Karena kecerdasan anak tidak hanya tergantung dari latihan tapi juga harus didukung dengan nutrisi yang baik.

Berikan anak asupan gizi seimbang, dengan memberinya sayuran, buah-buahan dan susu.
Lengkapi pula dengan vitamin dan zat mineral lainnya, sehingga otak dan tubuh anak akan berkembang secara optimal. Biasakan juga anak untuk memulai hari dengan sarapan bergizi sehingga anak akan lebih siap beraktivitas.

8. Ajarkan ibadah sejak kecil

Anak yang dari kecil sudah diajarkan untuk taat beribadah cenderung punya pola pikir yang lebih baik. Pola pikir ini akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Baik cerdas secara akademis, maupun cerdas dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, selalu ajak anak untuk beribadah bersama Anda. Ingat, orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya. Maka Anda harus  menunjukkan kebiasaan tersebut kepada mereka.

9. Bacakan dongeng sebelum tidur

Membacakan dongeng atau cerita sebagai pengantar tidur anak, akan membantu meningkatkan imajinasi nya. Bacakan cerita dengan intonasi yang tepat. Kebiasaan ini selain akan meningkatkan imajinasi, juga memperkuat memori dan merangsang kreativitas anak. Bukan itu saja, ikatan batin anak dan ibu pun akan semakin kuat.

10. Berikan pujian dengan tulus

Anak tak hanya harus mendapat hukuman jika melakukan kesalahan. Tapi juga harus mendapat pujian ketika melakukan sebuah kebaikan.

Sebuah pujian yang tulus dari orang tua akan menjadi stimulus bagi anak untuk berkembang lebih baik, sekaligus meningkatkan rasa percaya dirinya.

Nah moms, pada dasarnya kecerdasan akademis saja tidaklah cukup. Anak juga sangat perlu diajarkan secara spiritual dan emosional. Semuanya menjadi satu paket dalam  mendidik anak. So moms, jangan pernah bosan ya mengajarkan anak berbagai hal positif dan nilai kebaikan. Agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih berkualitas. [Tri]

astaga 10 tips anak pintar anak cerdas buah hati orangtua keluarga mom & kids