10 Penyebab Anak Melawan Orang Tua dan Cara Mencegahnya

Orangtua manapun tentu berharap memiliki anak-anak yang patuh dan taat pada orangtuanya. Tapi sayangnya sebagian anak, terutama mereka yang tengah beranjak remaja kerap melawan orangtuanya.

freepik

Memang, semakin dewasa seorang anak biasanya akan semakin sulit diatur. Mereka biasanya memiliki pendapat dan pandangan sendiri yang diyakini benar. Sehingga tidak jarang dijumpai anak remaja maupun dewasa yang melawan orang tuanya.

Nah, apa saja sih moms penyebab anak suka melawan orangtuanya? Coba simak penyebabnya dibawah ini.

1. Komunikasi yang kurang tepat

Salah satu penyebab anak melawan orang tua adalah komunikasi yang kurang tepat.
Saat orangtua berkomunikasi dengan anak remajanya, kadang berakhir dengan pertengkaran. Salah satu kesalahan yang sering muncul biasanya terletak pada intonasi atau nada suara beserta pemilihan kata yang salah

2. Orangtua selalu mengkritik

Saran atau kritik terhadap sikap anak memang baik, sejauh itu disampaikan dengan bijak. Jangan hanya mengungkapkan hal negatif tentang anak. Komunikasi yang hanya berisikan kritikan atau suruhan saja, menjadikan anak selalu merasa disalahkan oleh orang tuanya. Akibatnya anak melawan untuk membantah kritikan orangtuanya.

3. Orangtua tidak memahami pembicaraan anak

Kadang, perbedaan generasi antara anak dan orangtua menyebabkan perbedaan komunikasi, yang mengakibatkan kesalahpahaman dan membuat anak melawan orangtuanya. Kadang orangtua juga melontarkan perkataan maupun jawaban yang tidak ada hubungannya atau tidak nyambung dengan pembicaraan sang anak.

4. Sikap otoriter orang tua

Sikap orang tua yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan mereka tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan sang anak, akan membuat anak berontak. Sikap otoriter ini biasanya didasari dengan perasaan merasa serba tahu yang dimiliki oleh orang tua, termasuk serba tahu tentang apa yang terbaik untuk anaknya. Bahkan mereka juga berpikir bahwa cara tegas dan keras ini dapat berhasil dalam membimbing dan mendidik anak. Padahal anak yang terus-menerus merasa ditekan, dipaksa, dan akhirnya tidak mampu lagi menurutinya, maka akan berontak dan  melawan.

5. Keinginan anak yang tidak terpenuhi

Seorang anak pastinya memiliki keinginan tersendiri, di mana tidak semua dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Keinginan yang tidak dapat dipenuhi oleh orang tuanya itulah yang kemudian menjadi penyebab seorang anak melawan kepada orang tuanya.

6. Pengaruh lingkungan

Pengaruh lingkungan juga turut  andil dalam menyebabkan anak melawan orangtua. Hal ini biasanya berkaitan dengan tempat-tempat pergaulan anak setiap harinya, entah lingkungan sekolah ataupun rumah. Selain itu, lingkungan memang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya. Ketika mereka menemukan orang lain atau teman yang biasa melawan kepada orang tua, maka bisa jadi hal tersebut ditiru sehingga mereka pun juga ikut-ikutan melawan orang tuanya.

7. Anak yang terlalu dimanja

Anak yang selalu dimanjakan orangtua, selalu dipenuhi kebutuhan dan keinginannya akan tumbuh menjadi anak yang rapuh.  Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, maka dia akan melakukan perlawanan. Perlawanan ini merupakan sebuah bentuk protes sang anak kepada orang tuanya yang tidak mampu memenuhi keinginannya seperti biasanya.

8. Mencontoh orang tua

Ingat ya moms, orangtua ada rule models bagi anaknya. Apa yang dilakukan orangtua akan dicontoh oleh anak. Seperti halnya ketika anak melihat orang tuanya yang sering bertengkar atau bersikap keras kepala. Lebih parah lagi jika sang anak menjumpai orang tua mereka yang tidak patuh kepada kakek dan neneknya, di mana kakek dan nenek merupakan orang tua dari orang tuanya sendiri. Kondisi itu sewaktu-waktu dapat ditiru dan anak pun terdorong untuk melawan orang tuanya sendiri.

9. Anak tumbuh tanpa bimbingan

Orangtua yang terlalu sibuk kadang lupa membimbing dan memperhatikan anaknya. Anak hanya dibekali dengan materi semata. Kurangnya perhatian, bimbingan, dan didikan inilah yang  menjadikan anak kurang mendapat pelajaran sopan santun dan sikap baik lainnya, termasuk pelajaran mengenai tidak patutnya melawan orang tua. Sehingga mereka cenderung tumbuh menjadi pribadi egois dan suka melawan orangtua.

10. Hubungan yang tidak harmonis

Hubungan tidak harmonis ini biasanya menjadikan ikatan kasih sayang dan pengertian antara anak dan orang tuanya berkurang. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan masalah diantara anak dan orang tua.

Nah moms, bagaimana dengan anak momies? Jangan terpancing berkata-kata atau bersikap kasar ya moms, menghadapi anak yang melawan. Hadapi dia dengan tenang. Jika emosinya telah reda, dekati dia dan peluklah. Kemudian ajak dia membicarakan masalahnya baik-baik.

Tapi sebelum terlambat, lakukan sejumlah tindakan. Berikut ini adalah hal yang dapat momies lakukan agar anak tidak melawan orangtua:

Membangun komunikasi yang baik dan efektif.

Komunikasi yang efektif di sini ialah perasaan saling mengerti antara satu sama lain. Artinya, orang tua tidak hanya menjadi orang yang ingin dimengerti oleh anak sebagai orang yang lebih tua dan patut dihormati, tetapi mereka selaku orang tua juga harus mengerti apa yang diinginkan anaknya. Dalam membangun komunikasi ini, usahakanlah untuk menjadi pendengar yang baik. Perhatikan intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh anak agar Anda sebagai orangtua memahami anak.

Menunjukkan rasa empati

Tunjukkanlah rasa empati pada anak. Terutama ketika sedang berkomunikasi atau berbicara. Rasa empati ini juga akan membantu Anda (orang tua) untuk lebih memahami perilaku anak, terkait dengan hobi, kebiasaan maupun sikapnya.

Meluangkan waktu bersama anak

Sesibuk apapun Anda, luangkanlah waktu untuk sekedar bicara dari hati ke hati dengan anak. Ketahui apa yang sedang disukai anak, apa yang tengah dirasakannya atau apa yang diinginkannya. Jika anak ada masalah, cobalah cari solusinya.

Mencintai anak dengan tulus

Perlakukan anak dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut. Ajarkan mereka sopan santun dan akhlak yang baik. Dengan cinta yang tulus, anak akan merasa malu jika melawan orangtuanya.

Jangan lupa ya moms, untuk memberikan anak ajaran agama sejak dini. Karena ajaran agama akan mencegah perbuatan negatif yang merugikan orang lain. Karena anak yang terlahir itu ibarat kanvas putih yang bersih. Orangtuanya lah yang memberikan warna warni di dalamnya. [Tri]

astaga mom & kids orang tua parenting edukasi anak 10 tips 10 penyebab