10 Kesalahan Orangtua yang Menjadi Penyebab Anak Gampang Sakit

Semua orangtua tentu ingin anaknya sehat sehingga mereka akan melakukan apa pun untuk menjaga kesehatan anak. Sayangnya, tanpa sadar orangtua malah melakukan 10 kesalahan ini yang justru jadi penyebab anak gampang sakit.

Berikut daftar kesalahan orangtua yang harus dihentikan karena menjadi penyebab anak gampang sakit.

1. Rumah terlalu bersih

Banyak orangtua yang sangat menjaga kebersihan rumahnya dengan alasan agar anak-anaknya sehat. Sehingga nyaris tak ada sebutir debu pun yang menempel di rumah.

Tapi tahukah moms? Rumah yang terlalu bersih akan membuat anak jadi kurang pengalaman bersentuhan dengan berbagai bakteri maupun virus yang sering jadi penyebab anak gampang sakit. Anak perlu dilatih untuk menghadapi bakteri maupun virus agar daya tahan tubuhnya kebal. So, rumah bersih itu bagus tapi jangan sampai parno, jangan terlalu stress saat rumah kotor dan berantakan. Sesekali berdamai dengan rumah yang kurang bersih dan rapih agar anak terlatih melawan bakteri.

2. Terlalu banyak memberikan sabun untuk anak

Memberikan banyak sabun anti bakteri dengan volume air yang banyak seolah memang membuat anak jadi lebih bersih. Nyatanya, hal itu justru akan membuat kulitnya kering dan pertahanan tubuhnya terhadap bakteri jadi makin lemah.

Anak hanya butuh basuhan sederhana yang akan membuat kotoran di kulitnya pergi. Tak perlu menggunakan sabun dan air berlebihan untuk membuat seluruh kuman menjauh.

3. Membersihkan dot maupun mainan yang jatuh

Beberapa orangtua khawatir sekali dengan kebersihan dot, empeng, atau mainan yang dimasukkan ke mulut anak. Apalagi jika dot atau mainan tersebut pernah jatuh ke lantai, orangtua pun buru-buru membersihkannya.

Membersihkan benda yang masuk ke mulut anak dengan air hangat memang dapat membuatnya steril. Namun terlalu sering melakukannya hanya akan membuat anak Anda rentan terhadap kuman dan bakteri di sekitarnya. Cukup basuh dengan air biasa, sudah membantu membersihkan kuman yang menempel.

4. Buru-buru membuang makanan yang jatuh

Kebiasaan orangtua jaman dulu yang ketika makanan jatuh langsung diambil kembali dan dimakan lagi itu tak sepenuhnya salah. Karena kuman dan bakteri butuh beberapa waktu untuk bisa benar-benar menempel pada makanan.

Saat makanan anak jatuh ke lantai rumah dan ia memungutnya kembali, orangtua  tak perlu panik dan buru-buru memaksanya untuk membuang makanannya.

5. Berlebihan menggunakan produk anti bakteri

Produk anti bakteri seperti tisu basah dan gel antiseptik memang menjanjikan memberantas bakteri. Padahal, semakin sering kita menggunakannya, maka akan semakin memperlemah pertahanan kita terhadap bakteri.

Ketika akan makan, cucilah tangan dengan air, bukan dengan mengusapkan tisu basah maupun produk anti bakteri yang lain. Tampaknya memang kelihatan bersih, namun belum tentu baik.

6. Melarang anak berinteraksi dengan hewan

Hewan peliharaan rumah biasanya memiliki standar kebersihan tertentu. Misalnya, kucing dan anjing harus divaksin dan rutin dimandikan.

Momies tak perlu khawatir jika anak berinteraksi dengan hewan peliharaan. Keakraban anak dengan hewan peliharaan justru akan “mengakrabkan” bakteri satu sama lain dan membuat daya tahan tubuhnya berkembang.

7. Tidak membuka jendela

Beberapa rumah memang memiliki fasilitas air conditioner (AC) di seluruh ruangan yang membuat udara luar tidak masuk rumah. Sekilas rumah memang tampak steril dari debu di luar maupun angin.

Padahal, menutup rapat rumah akan membuat anak gampang sakit ketika ia terpapar udara bebas. Apalagi jika anak terus-terusan beraktivitas di dalam ruangan, mulai dari rumah, sekolah, dan mall.

Bagi yang tinggal di rumah kecil sederhana pun, upayakan ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dan jendela dengan ventilasi yang baik. Hal ini dapat mencegah udara di dalam rumah menjadi pengap.

8. Melarang anak hujan-hujanan

Sebagian orangtua melarang anaknya mandi hujan dengan alasan takut sakit. Padahal mandi hujan akan membuat anak ceria dan bahagia. Jika anak ceria tentu akan menambah daya tahan tubuhnya. So moms, sesekali ijinkan si kecil mandi hujan. Tak perlu lama-lama. Cukup 15-30 menit. Jika si kecil sudah terlihat kedinginan, segera ajak ia masuk ke rumah. Yang penting awasi anak saat mandi hujan dan segera ajak si kecil mandi setelah bermain hujan.

9. Banyak memberi vitamiin

Sebagian ibu sibuk memberi vitamin pada anaknya dengan alasan agar anak tak gampang sakit. Padahal pemberian vitamin harus disesuaikan dengan kondisi anak. Ibu perlu tahu, tidak semua vitamin larut dalam air. Vitamin A, D, E, K, bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, akan disimpan dalam tubuh. Dalam jangka panjang pemberian vitamin ini bisa menjadi masalah karena disimpan di liver, limpa, atau ginjal. Dosis yang berlebih bisa menyebabkan sakit kepala dan keracunan.

Vitamin dan zat lain yang dibutuhkan tubuh sebaiknya diperoleh dari asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.  Bila terpaksa menggunakan suplemen karena anak tidak doyan makan, penggunaannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sehingga bisa diketahui vitamin atau zat apa yang benar-benar dibutuhkan si anak.

10. Melarang anak tertawa keras

Banyak orangtua yang melarang anaknya tertawa keras-keras dengan alasan berisik, tidak sopan dan mengganggu orang lain. Padahal jika anak tertawa keras menandakan anak bahagia dan ceria. So jangan larang anak tertawa ya moms, karena tertawa itu menyehatkan. Biarkan anak tertawa bahagia untuk hal yang dianggapnya lucu. Dan biarkan mereka menikmati dunianya yang ceria.

So moms, intinya jangan terlalu paranoid ya! Tidak perlu terlalu merasa takut kotor. Justru jika sekali-kali anak bermain kotor-kotoran, akan membantu anak mengembangkan jiwa petualangannya kelak.

Yang penting terapkan prosedur kebersihan yang wajar. Seperti rutin mandi, sikat gigi, ganti baju maupun celana dalam setiap hari, dan bersih-bersih rumah seperlunya dapat membantu sistem imun tubuhnya beradaptasi dengan banyak kondisi. Dan jangan lupa, berikan anak waktu dan ruang untuk bermain. [Tri]

astaga keluarga orangtua anak-anak penyakit mom & kids