10 Cara Efektif Menstimulasi Bayi Agar Cepat Bicara

Setiap bayi selalu terlihat menggemaskan. Apalagi saat ia mulai bisa berceloteh. Umumnya seorang bayi mulai bisa berceloteh ketika berusia 4-6 bulan.

Setiap bayi selalu terlihat menggemaskan. Apalagi saat ia mulai bisa berceloteh.  Umumnya seorang bayi mulai bisa berceloteh ketika berusia 4-6 bulan. Kata yang diucapkan mungkin hanya satu atau dua kata, seperti “ma-ma” atau “pa-pa” dengan pelafalan yang masih belum jelas.

Saat usianya memasuki 7-10 bulan, kosakata yang tersimpan dalam memorinya semakin bertamah. Bayi mulai bisa mengucapkan kalimat agak panjang, seperti “mama mamam”. Kemudian di usia 1-3 tahun, anak lebih fasih dalam berbicara. Ia juga pandai mengulang kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Pada dasarnya, perkembangan berbicara setiap bayi itu berbeda-beda. Namun apabila anak Anda belum bisa mengucapkan satu katapun hingga berusia 2 tahun, maka kondisi tersebut patut diwaspadai. Bisa jadi anak mengalami gangguan tertentu. Nah, berikut ini 10 cara efektif menstimulasi bayi agar cepat berbicara. Simak ya moms!

1. Sering-seringlah mengajak bayi berbicara

Tak perlu menunggu tiga bulan, sejak bayi dilahirkan, momie harus aktif mengajaknya berbicara. Misalnya dengan mengatakan “ini mama”. “itu papa” “Mau mimi susu?” Atau bisa juga mengenalkan nama-nama benda di sekitarnya.

Walaupun bayi tak menjawab, namun sebenarnya sel-sel syaraf otaknya telah menangkap sinyal tersebut dengan baik dan menyimpannya dalam memori. Semakin sering momie mengajaknya bicara, maka ia akan semakin mengingat banyak kosakata. Jadi jangan pernah lelah berbicara di depan si kecil ya.

2. Menyanyikan lagu khusus anak

Bernyanyi membuat hati riang gembira. So, sesekali ajari bayi berbicara dengan metode yang menyenangkan. Misalnya lewat lagu. Namun momie harus selektif dalam memilih lagu. Usahakan menyanyikan lagu anak-anak yang liriknya mudah didengar dan dipahami. Kalau bisa lagu yang mengandung unsur edukasi, baik ilmu pengetahuan umum ataupun agama.

Momie bisa menyanyikan lagu saat mengendong si kecil, saat bersantai atau di malam hari sebelum tidur. Selain menyanyikan lagu sendiri, bisapula dengan memutar musik datau video di ponsel. Ajak bayi bernyanyi. Pasti bayi akan antusias dan lama-kelamaan ia memahami makna dari lagu tersebut.

3. Mendongengkan cerita

Cara melatih bayi cepat bicara juga bisa dengan menceritakan dongeng. Seperti dongeng tentang legenda, kisah-kisah nabi dan sahabatnya, kisah fabel (tentang hewan) dan sebagainya. Saat membacakan dongeng, sebaiknya jangan terlalu cepat. Bacakan dengan pelan-pelan, disertai ekspresi yang tepat untuk menarik perhatiannya.  

Momie  bisa menggunakan boneka sebagai properti untuk bercerita, seolah-olah boneka itu pemeran dongengnya. Metode ini terbilang cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan bayi berbicara.

4. Pahami ekspresi dan bahasa tubuh bayi

Seorang bayi yang belum mampu berbicara dengan benar, hanya bisa menangis, merengek, tertawa, dan kadang bermain bahasa tubuh untuk mengungkapkan keinginannya. Nah, sebagai orang tua, momie harus jeli memahami apa yang ingin diucapkan anak. Pahami ekspresinya. Lalu cobalah menjawabnya dengan ucapan. Misalnya anak menangis sambil menunjuk-nunjuk botol susu. Maka katakan, “mau susu, sayang? Susu?” Ulangi kata-kata susu sehingga anak mengerti bahwa benda berupa botol susu itu untuk minum susu.

5. Tanggapi setiap ucapannya

Selain memahami ekspresi bayi, momie juga perlu menanggapi setiap perkataannya. Walaupun itu hanya sebuah ocehan yang belum memiliki arti,  sebisa mungkin tetap mendengarkan dan menanggapi. Lakukan kontak mata untuk menunjukkan keseriusan. Dengan begitu, anak akan merasa diperhatikan. Minta anak untuk mengucapkan kata tersebut. Kemudian momie ucapkan sekali lagi agar anak lebih paham. Misalnya anak berkata, “minta cucu.” Ulangi lagi dengan berkata, “Susu? Minta susu, nak?”. Lakukan dengan sabar dan penuh kasih sayang ya moms.

6. Ucapkan kosakata yang mudah dipahami

Untuk berbicara dengan bayi yang usianya masih kecil, misalnya dibawah 1 tahun akan lebih baik memberikan kosakata yang mudah dipahami. Dimulai dari kata mama dan papa. Kemudian tambahkan kata-kata yang akrab dengan keseharian si kecil. Misalnya susu, bobok, mamam, pipis dan banyak lagi.

Ulangi setiap  perkataan berulang-ulang hingga anak semakin paham. Jangan sekalipun mengucapkan kata-kata kasar di depan anak ya moms! Karena hal itu akan direkam dalam memorinya dan dapat memberikan pengaruh  buruk pada perilakunya.

7. Ajarkan bicara secara perlahan

Jangan bicara terlalu cepat dan keras di depan bayi. Ajak si buah hati bicara dengan lembut dan perlahan. Misalnya momie mengajari anak mengucapkan kata “tidur”. Maka ucapkan kata tersebut tanpa tergesa-gesa. Gerakan bibir dengan perlahan dan berulang di depan anak. “Ti-dur”. “Ayo ti-dur”. Kemudian peragakan gaya tidur dengan cara meletakkan telapak tangan di atas kepala sambil  memejamkan mata. Dengan demikian, anak akan mengerti maksud dari kata “tidur”. Tindakan ini bisa mengurangi kebiasaan anak berbicara cadel.

8. Mengajak bermain

Momie pasti pernah mendengar anggapan yang mengatakan bahwa “ibu adalah sekolah pertama bagi anak". Ya, hal itu memang benar adanya. Cepat lambatnya perkembangan anak juga bisa dipengaruhi oleh bagaiamana cara momie mengajarkannya. Apabila momie terlalu sibuk dengan urusan sendiri (misalnya pekerjaan kantor) dan kurang memberikan waktu untuk anak, maka jangan heran jika anak mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan teman-temannya. So moms, usahakanlah meluangkan waktu untuk anak.

Setiap ada kesempatan, ajaklah anak bermain bersama. Ada banyak jenis permainan yang bisa membantu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Misalnya bermain lambang huruf, miniatur binatang, rumah-rumahan, telpon-telponan, puzzle, dan sebagainya.  Manfaatkan waktu bermain untuk berkomunikasi dengan anak semaksimal mungkin.

9. Ajak bayi bersosialisasi

Mengajak bayi bersosialisasi juga bisa menjadi cara melatih bayi cepat berbicara. Ajak bayi berkumpul bersama orang lain. Misalnya saat kumpul bersama keluarga atau tetangga. Dan saat usianya mulai menginjak 1 tahun, ikut sertakan ia untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Cara ini tidak hanya berguna melatih kemampuan berbicara bayi. Tapi juga meningkatkan kepercayaan diri si kecil. Sehingga nantinya ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang periang dan tidak pemalu.

10. Berikan asupan nutrisi

Hal yang tak kalah penting adalah memberikan asupan nutrisi yang seimbang. Saat ia sudah bisa makan makanan padat, berikan makanan yang mengandung gizi dan vitamin untuk menstimulasi pertumbuhannya.

Ingat ya moms, pemberian asupan nutrisi yang tepat juga mempengaruhi kecepatan perkembangan syaraf motorik dan sensorik si kecil. Misalnya susu formula, telur, ikan salmon, buah, sayuran dan makanan sehat lainnya. Dan yang terpenting, hindari pemberian makanan yang mengandung msg atau zat adiktif untuk bayi.

Nang moms, bagaimana dengan bayi momie? Sudahkan ia pandai bicara? Jangan lupa ya moms, usia dibawah 2 tahun memang merupakan masa-masa golden age bagi seorang bayi. Otaknya dapat menangkap wawasan baru dengan cepat dan memorinya juga kuat. So, ajari dia banyak hal, tentu saja tentang kebaikan.

Tapi perlu diingat untuk tidak membuat si kecil terbebani. Terutama saat usianya masih dibawah 1 tahun. Dalam mengajaknya berkomunikasi sebaiknya cukup gunakan satu bahasa saja. Pemakaian beragam bahasa dapat membingungkan si kecil.

Jika ingin mengajarkannya bahasa asing, tunggu sampai ia usia sekolah, saat kemampuan bicaranya sudah cukup fasih. Jika anak masih tidak dapat berbicara hingga usianya memasuki 2 tahun atau lebih, maka segera periksakan ke dokter anak, agar diketahui penyebab dan solusinya. [Tri]

astaga orangtua 10 cara bayi keluarga mom & kids