Tips Berdebat Sehat di Kantor

Dalam dunia kerja, perdebatan biasa terjadi. Ini bisa dimaklumi mengingat ketika anda bekerja, dikelilingi oleh individu dengan pengalaman dan pendapat berbeda.

Saat rapat atau di waktu senggang, baik itu mengenai metode terbaik untuk mengerjakan proyek atau untuk menentukan besar anggaran suatu event.

Sebenarnya, perdebatan bukanlah sesuatu yang buruk. Pertukaran ide dan inspirasi bisa terjadi, dan pola pikir andapun akan semakin tertantang dan berkembang.

Asal dilakukan dengan cara sehat, perdebatan bisa menjadi sarana pembelajaran dan mendekatkan dengan kolega. Agar tidak menjadi debat kusir, patuhi beberapa aturan debat kantor ini.

1.  Ganti pola pikir

Pastikan anda paham kalau anda bukan berdebat untuk mendapat piala. Tidak ada yang namanya “si menang” dan “si kalah”.  Dalam debat yang sehat, masing-masing pihak perlu sadar kalau tujuan berdebat seharusnya bukan untuk membuktikan kalau diri sendirilah yang paling benar.

Tujuan utama berdebat di lingkungan kerja idealnya adalah untuk membantu kedua belah pihak mencapai jawaban terbaik bersama, kemudian belajar sesuatu dari perdebatan tersebut. Dengan memegang pola pikir ini, debat kantor barulah bisa menjadi konstruktif.

2. Berdebat dengan data kredibel

Jika anda berdebat menggunakan opini atau pengalaman pribadi, anda akan mudah terpengaruh emosi dan ego sehingga mengaburkan  debat objektif. Kalau sudah menggunakan emosi, sebuah debat tidak akan ada habisnya, bahkan bisa meregangkan hubungan antara anda dan rekan. Di sini, data dan hard facts akan membantu meminimalisir gesekan yang muncul karena emosi semata.

Hal ini juga berarti jika anda tidak punya data konkrit yang bisa mendukung sudut pandang anda, lebih baik jangan dibawa berdebat. Selain berpegang teguh pada argumen, pastikan anda juga punya informasi dan data mendasar dari sudut pandang lain agar bisa menyusun argumen logis dan mengantisipasi balasan dari lawan bicara.

3. Terbuka untuk kritik

Manusiawi jika anda merasa pandangan anda benar. Meski begitu, anda harus terbuka jika berada di pihak yang salah. Anda perlu siap menerima kalau argumen rekan jauh lebih masuk akal dan sesuai dalam konteks tujuan debat.

Jangan berdebat untuk membuktikan bahwa anda paling benar. Jadikan perdebatan ini sebagai media untuk berkolaborasi menemukan jawaban yang paling tepat secara objektif.

4. Hindari serangan personal

Ketika pandangan anda 'diserang', mudah untuk menjadi defensif dan memandang kolega tersebut sebagai “musuh”. Untuk menghindarinya, anda perlu berpegang pada hubungan baik.

Selayaknya seperti jika anda berdebat dengan keluarga atau teman karib, meski bersilang pendapat, biasanya juga tidak akan sampai memusuhi mereka, bukan? Terapkan pola pikir ini juga agar hubungan tidak retak di kantor.

5. Tahu kapan harus berhenti

Kadang kala, debat antara individu paling rasional pun bisa menjadi terlalu agresif dan jadi ajang saling menyerang pribadi. Bila sampai di titik ini, tidak ada salahnya untuk mundur sejenak dan kembali lagi ke percakapan inti dengan pikiran jernih dan tingkat emosi yang sudah turun.

Jika lawan debat tidak menghormati keinginan Anda untuk berdebat sehat, tidak ada gunanya juga untuk terus melontarkan argumen. Bila intensi debat sudah bergeser dari tujuan awal, lebih baik berhenti saja.

Kunci dari debat sehat adalah komunikasi dua arah. Sehingga masing-masing pihak bisa saling mendengar dan bicara. Tetap jaga kesopanan dengan tidak mengeluarkan kata-kata kasar, sekalipun anda tersinggung. Gunakan juga bahasa tubuh yang baik. Jangan menggaruk-garuk kepala dan tatapan mata harus fokus menatap lawan bicara. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita karir komunikasi bisnis kantor debat tips