Menjaga Profesionalisme Bekerjasama dengan Keluarga

Anda bekerja dengan keluarga atau kerabat? Bekerja dengan keluarga sendiri tak ubahnya seperti pisau bermata dua

Anda bekerja dengan keluarga atau kerabat? Bekerja dengan  keluarga sendiri tak ubahnya seperti pisau bermata dua. Satu sisi bisa menjadi kekuatan yang dahsyat untuk membangun kerajaan bisnis, tapi di sisi lain juga bisa menjadi duri dalam daging yang menyakitkan.

Di satu pihak anda harus bersikap profesional, di pihak lain anda juga harus memikirkan rasa kekeluargaan. Jika tak mampu menjaga komunikasi dengan baik, hubungan persaudaraan yang tadinya aman-aman saja bisa berubah menjadi dingin.

Sebagai pemilik usaha, hubungan anda dengan mereka menjadi kerap tidak jelas. Apakah mereka saudara atau karyawan yang harus mengikuti anda. Nah, jika anda terjebak dalam situasi seperti itu, apa langkah yang akan anda lakukan? Berikut tips dan saran David G. Javitch, kolumnis, pakar manajemen:

# Buatlah kesepakatan bersama untuk meningkatkan dan memaksimalkan hubungan yang ada, guna kebaikan perusahaan.

# Susunlah komitmen bersama untuk membuat atmosfer kerja yang lebih profesional dan bukan personal. Kalian harus bersepakat untuk tidak memasukkan masalah-masalah personal, negatif maupun positif, ketika berada di kantor.

# Lakukan klarifikasi atas tujuan masing-masing untuk mewujudkan misi perusahaan. Pastikan bahwa pernyataan tujuan yang anda buat dapat diukur dan bisa dicapai.

# Pastikan bahwa aturan-aturan yang anda buat bersifat rasional, obyektif dan lengkap bagi semua individu. 

Selain itu, pastikan bahwa diri anda kompeten dalam hal yang akan anda lakukan. Yakinkan bahwa anda punya skill, pengetahuan, dan kemampuan untuk melakukan yang terbaik. 

# Tunjukkan sikap profesional anda. Dengan melakukan hal ini anda akan menegaskan bahwa keluarga atau kerabat harus bisa membedakan waktu sebagai kerabat dan waktu sebagai partner kerja.

Dengan demikian diharapkan produktivitas kerja anda dan keluarga tidak berkurang. Andapun akan bersama-sama mencapai tujuan. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita karir keluarga profesionalisme kerjasama