Menghadadapi Rekan Kerja Pemalas

Dalam dunia kerja, suka atau tidak suka anda akan berhadapan dengan aneka karakter rekan kerja. Ada yang menyenangkan atau sebaliknya. Karakter yang menyenangkan di antaranya adalah mereka yang cerdas, rajin, ramah atau penolong.

Nah salah satu tipe rekan yang menyebalkan adalah si pemalas!  Mungkin di kantor anda ada satu atau dua orang yang pemalas. Hal ini akan terasa lebih menyebalkan jika si pemalas berada satu tim dengan anda. Apa yang harus anda lakukan?

Jika rekan kerja anda menunjukkan sikap pemalasnya, seperti datang telat ke kantor tapi pulang lebih awal, atau mengambil waktu makan siang lebih panjang, sebenarnya perilakunya hanya akan menyulitkan dirinya. Namun, sikap seperti ini juga berpengaruh pada anda jika mulai terkait dengan kerja tim.

Buat kesepakatan

Jangan sampai sikap pemalasnya merusak rencana kerja anda dan tim. Susan Zeidman, manajer portfolio di organisasi training dan manajemen, American Management Association menyarankan kalau anda berkolaborasi dengan si pemalas dalam satu tim kerja, minta kesepakatan mengenai keterlibatannya dalam kerja tim tanpa bersikap mengkritisi.

Saat kerja tim berlangsung, atur rencana kerja dan tuliskan dalam email yang anda kirimkan ke seluruh anggota tim juga atasan anda. Dengan begitu semua pihak akan memantau kinerjanya, apakah ada deadline yang terlewatkan olehnya.

Laporkan jika keterlaluan

Jika kemalasannya tidak sampai merugikan teman yang lain, maka biarkan saja dan cukup anda yang mengetahui. Anda cukup mengingatkan seperlunya saja. Namun jika kemalasannya melanggar aturan dan melanggar norma, laporkan hal tersebut pada atasan. Tapi ingat, jangan subyektif. Anda harus memberikan bukti yang kuat.

Jangan ubah Sifat anda

Meskipun teman anda pemalas, namun jangan jadikan hal ini alasan anda untuk berubah menjadi orang yang emosional. Sekalipun anda terganggu, tetap jaga sikap professional anda. Jika sudah tak ada urusan pekerjaan, ada baiknya anda menjaga jarak agar kinerja anda tak terganggu.

Jangan terbawa malas

Bergabung dengan orang yang malas, kadang memang membawa pengaruh buruk. Tapi jangan pernah terpengaruh. Jangan ikut-ikutan malas. Sebaliknya ajak dia untuk berubah. Beri pengertian bahwa sikapnya hanya akan merugikan dirinya dan orang lain.

Gunakan kesempatan

Saat memiliki teman yang malas, berusahalah bekerja lebih rajin dari biasanya. Hal ini akanmemudahkan anda untuk naik jabatan dan mendapatkan kesan yang lebih baik dari atasan. Tapi bukan berarti anda menjatuhkan si pemalas ya. Dengan sikap anda yang rajin, siapa tahu si pemalas akan termotivasi dan merubah sikapnya.

Nah bagaimana dengan rekan kerja anda? Adalah di antaranya yang pemalas? Jika ada, hadapi dengan trik tadi. Tapi ingat ya, jangan sekali-kali mempermalukannya di depan umum. Kalau anda bisa bersikap lebih bijak, mungkin anda bisa memahami apa kesulitannya dan membantunya keluar dari sikap malasnya. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita karir karir tps bisnis