Mengapa Sulit Kaya Meski Sudah Kerja Keras?

Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk bekerja keras, demi memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Penghasilan yang besar, kehidupan yang mapan dan sejahtera menjadi impian para pekerja keras.

Namun banyak orang yang sudah bekerja keras dalam waktu cukup lama, tapi tak kunjung kaya.  Mereka tidak memiliki aset yang bisa dinikmati saat ini, maupun  di masa depan. Ternyata kerja keras dan kerja dalam waktu yang lama memang tidak bisa dijadikan tolok ukur kekayaan seseorang.

Apa penyebab gagal menjadi kaya raya padahal kerja keras yang dilakukan sudah maksimal? Coba simak penyebabnya:

1. Keuangan tidak seimbang alias boros

Gaya hidup boros bisa menimpa mereka yang memiliki penghasilan besar maupun yang masih pas-pasan. Mereka tidak bisa mengatur keuangan, menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.

Selain itu, mereka tidak bisa menghemat pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, penghasilan yang diterima selalu habis untuk belanja dan hiburan. Orang-orang yang boros umumnya akan mengalami kesulitan finansial, memiliki utang yang besar dan sulit melunasinya.

2. Tidak mau menabung

Kesalahan umum yang sering terjadi, mereka yang telah memiliki penghasilan, sebesar apapun penghasilannya tapi tidak mau menabung. Mereka tidak mau menyisihkan di awal sebesar 20 persen-30 persen dari penghasilan bulanan.

Penghasilan yang diterima selalu habis untuk kebutuhan saat ini. Padahal menabung merupakan cara awal untuk memiliki  dana darurat dan berinvestasi ke aset finansial

3. Tak mau investasi

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang berpenghasilan besar adalah tidak berani untuk berinvestasi. Setelah memiliki tabungan yang cukup untuk memulai investasi, uang tersebut tidak kunjung diinvestasikan. Hanya diam di rekening tabungan. Padahal dengan hanya rutin menabung, uang anda tidak akan bisa mengejar inflasi.

4. Tidak terus belajar dan tidak cepat memanfaatkan peluang

Seseorang yang sukses secara finansial selalu belajar dan cepat memanfaatkan peluang. Dia selalu mencari informasi dan belajar dari berbagai sumber seperti media, buku, seminar hingga belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Selain itu faktor lain ialah cepat mengambil keputusan dan memanfaatkan peluang. Dengan terus belajar, mencari informasi, para orang kaya tidak hanya menunggu peluang itu datang menghampirinya, namun mereka mencari dan memanfaatkan peluang yang ada.

5. Negative thinking

Salah satu penyebab seseorang tidak berkembang ialah memiliki pikiran negatif. Negatif kepada dirinya maupun kepada orang lain membuat anda tidak bisa bekerjasama dengan orang lain.

Jika anda negatif thinking, jangan heran jika anda sulit menjadi kaya, karena anda sendiri tidak yakin pada diri sendiri untuk mencapai kesuksesan finansial.

6. Pesimis

Rasa pesimis akan menghambat anda untuk berusaha lebih keras dan bangkit dari kegagalan yang dialami. Selain itu, sifat pesimis membuat anda tidak memiliki inisiatif untuk mencoba hal baru. Padahal mencoba hal baru  dapat membuka peluang yang lebih baik.

Inti dari semuanya adalah pengelolaan keuangan yang tepat. Besar atau kecilnya penghasilan anda, hendaknya dikelola sebijak mungkin. Pahami antara kebutuhan dan keinginan.

Selain itu, anda juga harus bisa mengelola aset yang anda miliki agar bisa berkembang. Misalnya aset properti dan keahlian. Properti mungkin bisa anda kembangkan menjadi rumah sewa yang menghasilkan.

Sedangkan keahlian bisa terus diasah agar anda selalu up to date, tidak ketinggalan dengan mereka yang lebih muda. Dan tentunya dengan keahlian anda yang semakin baik, anda akan memiliki 'nilai jual' yang tinggi. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita karir kaya komunikasi bisnis