Kalimat Terlarang di Hadapan Bos

Komunikasi yang baik mutlak diperlukan dalam menjalin relasi dengan rekan kerja, terlebih dengan si bos.

Ada semacam peraturan tidak tertulis dalam berkomunikasi dengan bos. Karena jika salah bicara, bisa-bisa karir anda akan terhambat bahkan terdepak.

Coba simak kalimat terlarang, yang sebaiknya tidak diucapkan pada atasan berikut ini:

1. Saya tidak tahu

Memang tidak semua hal harus anda ketahui, bahkan dalam pekerjaan sekalipun. Apalagi kalau masih baru atau fresh graduate dan belum banyak pengalaman. Tapi, yang namanya bos terkadang suka menanyakan hal-hal yang anak buahnya tidak tahu, sekaligus mengetes pengetahuan anak buah.

Dan sebagian dari atasan  paling tidak suka menerima jawaban ‘tidak tahu'. Lebih baik coba antisipasi dengan kalimat lain sebagai jawaban agar si bos tetap respek. Misalnya, 'Baik saya coba mencari tahu'. Ini bukan dalam rangka 'cari muka' pada bos ya, tapi sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas apa yang ditanyakannya.

2. Saya tidak bisa

Saat atasan minta kamu bantu dia, baik itu untuk urusan pribadi atau kerjaan, usahakan untuk tidak menolak. Usahakan untuk melaksanakan instruksinya. Ini akan menjadi nilai plus dan menambah performa kerja anda di mata si bos.

Menjadi atasan itu memang tak mudah. Tanggung jawabnya lebih besar dan lebih banyak tugasnya. Jadi, saat dia  menghampiri dan minta bantuan, itu artinya dia memang sedang butuh bantuan.

3. Itu bukan job desc saya

Setiap karyawan memang sudah punya job desc masing-masing. Hal seperti ini bahkan tertulis di atas kontrak kerja. Tapi saat atasan meminta anda untuk melakukan sesuatu yang bukan job desc anda, mungkin dia ingin mengetes anda.

Bisa jadi  dia ingin melihat kemampuan anda sampai sejauh mana atau bisa juga dia ingin melihat mental kerja anda. Maka lakukan saja semampu anda. Jika ternyata anda mampu, bersiaplah mendapatkan bonus atau kenaikan jabatan. Minimal si bos akan memberi pujian yang akan menambah semangat dan rasa percaya diri anda.

4. Bukan salah saya

Berani mengambil tanggung jawab saat kesalahan terjadi dalam satu tim. Apalagi kalau anda dipercaya oleh si bos menjadi team leader. Atasan itu paling tidak suka dengan sikap bawahan yang suka melempar kesalahan atau menunjuk orang lain sebagai 'kambing hitam'.

Lebih baik diam daripada menyalahkan orang lain Kalau memang kenyataannya ada rekan kerja yang berbuat salah. Bos akan bisa melihat dan bersikap adil.

5. Kenapa saya tak boleh cuti, dia boleh?

Mungkin kadang anda merasa rekan kerja memperoleh kemudahan di kantor, sementara anda sulit. Misalnya, anda merasa sulit saat mengajukan cuti, tetapi rekan yang lain mudah. Jangan sensi dulu.

Telusuri dengan fakta, bukan asumsi. Mungkin saja waktu yang anda gunakan untuk cuti kurang tepat, misalnya kantor lagi banyak proyek, atau bos lagi pusing dengan profit perusahaan yang menurun atau masalah lain. Berpikir dan bersikap objektif jauh lebih bijak.

6. Saya dapat apa?

Meski anda bekerja secara profesional dan dibayar, tak selalu semuanya harus dihargai dengan uang. Saat si bos meminta bantuan anda untuk melakukan tugas tambahan jangan langsung ‘menodong’ upah atau bonus.

Tunjukkan dulu kinerja anda. Karena bos yang baik tak akan menutup mata. Kalau memang sudah menjadi hak anda, rejeki tak akan ke mana.

7. Kalau bulan depan gaji saya belum naik, saya akan resign

Siapa sih yang suka diancam? Kalau memang merasa sudah pantas menerima kenaikan gaji, diskusikan dengan bos di saat yang tepat dengan cara yang tepat pula. Karena sekali lagi, atasan yang baik akan memperhatikan hak-hak karyawannya. Selama anda sebagai karyawan sadar akan semua tugas dan kewajiban, otomatis hak akan mengikuti anda.

Intinya, sebagai bawahan anda jarus tetap menghormati atasan, mau sedekat apapun hubungan yang terjalin. Lakukan semua pekerjaan anda dengan sebaik mungkin, tanpa bermaksud 'cari muka'.

Komunikasi dua arah harus tetap dijaga antara bawahan dengan atasan. Kalau anda masih membutuhkan pekerjaan kuncinya harus tahu diri. Hargai dan hormati keberadaan bos dengan bersikap sopan santun, dan be profesional...! (Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita wanita karir komunikasi bisnis bos etika