Jika Bos adalah Sahabat Anda

Berikut ini beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam hal bersikap yang pantas di hadapannya, simak di bawah ini.

Dalam kehidupan, tak semua hal bisa berjalan sesuai prediksi dan rencana. Semua hal bisa saja terjadi tanpa anda duga. Begitu juga mungkin dengan perjalanan karir anda.

Ada kalanya karir berjalan mulus, namun tak sedikit pula karir yang mandeg alias jalan di tempat. Nah, tak perlu kaget nantinya jika suatu saat sahabat anda di kantor memiliki karir yang lebih bagus dari anda, atau mungkin sahabat anda menjadi bos di masa depan.

Tak perlu risau, mungkin karena kecerdasan dan keberuntungannya,  karirnya cepat meroket. Yang perlu anda lakukan sekarang adalah bagaimana bersikap ketika berhadapan atau berhubungan dengan sahabat anda tersebut yang kini telah menjadi pimpinan anda.

Berikut ini beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam hal bersikap yang pantas di hadapannya, simak di bawah ini.

1. Dukung dia

Mungkin ada sedikit rasa iri di hati ketika melihat sahabat anda karirnya lebih cemerlang dari anda. Perasaan seperti ini adalah manusiawi, tapi jangan anda biarkan sikap ini menguasai pikiran anda. Lebih baik anda memberi dukungan kepadanya agar ia bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Dukungan anda baginya sangat berarti, ini juga akan membuat komunikasi anda dengannya tidak terputus meski ia sudah menjadi bos anda.

2. Tetap profesional

Kerja profesional itu tidak tergantung siapa bos anda. Bekerja secara profesional lebih kepada integritas dan dedikasi terhadap pekerjaan. Bekerja secara profesional juga sangat erat kaitannya dengan jenjang karir ke depan. Dengan bekerja secara profesional, potensi anda untuk mengembangkan karir akan jauh lebih terbuka ke depannya.

3. Hormati dia layaknya atasan

Meski atasan anda adalah teman akrab anda, hormatilah dia selayaknya anda menghormati atasan pada umumnya. Anda tidak akan menjadi seorang yang hina dengan menghormati teman yang menjadi atasan. Justru sebaliknya, anda termasuk orang-orang yang  mengerti etika dalam dunia kerja. Sikap saling menghormati juga bisa menjaga lingkungan kerja terhindar dari konflik.

4. Jaga sikap di dalam maupun di luar kantor

Dalam bersikap, tidak hanya di dalam kantor, anda juga perlu menjaga sikap di luar kantor. Bagaimanapun juga ia adalah atasan anda, maka dalam berkomunikasi pun sudah selayaknya anda menjaganya. Jangan terlalu cuek ketika bergaul dengannya meski berada di luar kantor.

Jaga bicara, jangan mengumbar semua hal kepada sahabat yang kini menjadi atasan anda. Jaga pembicaraan anda jangan sampai  membicarakan hal buruk kepada atasan, baik tentang pekerjaan, hubungan antar rekan kerja, dan lain sebagainya.

5. Jangan memanfaatkan kekuasaannya

Dengan diangkatnya karib anda sebagai  atasan, mungkin andalah orang yang terdekat dengannya diantara teman kerja lain. Posisi ini jelas sangat menguntungkan untuk anda, namun jangan sekali-kali memanfaatkan posisi ini. Apalagi anda manfaatkan untuk mendapatkan karir yang lebih tinggi. Raihlah karir dengan prestasi, jangan gunakan cara yang tidak profesional.

6. Pahami keterbatasannya

Anda perlu menyadari hal ini, jadi ketika berbicara dengannya, anda tidak bisa sebebas dulu lagi. Karena posisi sahabat anda sekarang adalah atasan, jadi dalam beberapa hal ada yang harus ia jaga. Meskipun sebagai sahabat, tapi sebagai atasan, tentu ia tidak bisa membicarakan hal-hal seperti penilaian kinerja karyawan, promosi jabatan dan hal lain yang berkaitan dengan rahasia perusahaan. Intinya anda harus memahami bahwa tidak semua bisa dibicarakan secara terbuka dengan anda.

Itulah beberapa sikap yang harus anda lakukan saat sahabat anda menjadi pimpinan. Tidak perlu merasa 'jealous' , tapi juga jangan lantas minder. Ingat semua memiliki keberuntungannya masing-masing.

Bisa jadi saat ini posisi anda hanya sebagai staf, tapi siapa tahu di hari esok anda akan menempati posisi lebih tinggi. Yang penting tetap bekerja dan berinteraksi secara profesional. [Editor: Tri Meinarni]

bisnis karir