Indonesia Bencana Narkoba, Presiden Perlu Keluarkan Drugs Amnesty

Jakarta - Saat ini kondisi Indonesia bukanlah menjadi darurat narkoba, melainkan sudah menjadi sebuah bencana. Hal itu dikemukakan oleh Pembina Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen (P) Pol Siswandi.

Menurut Siswandi, permasalahan narkoba di Indonesia tidak akan pernah tuntas sampai kapanpun lantaran adanya suplai dan kebutuhan serta pangsa pasar yang potensial di berbagai lingkungan masyarakat.

"Narkoba tidak akan tuntas-tuntas karena adanya suplai, kebutuhan dan pasar. Penyelundupan itu tidak akan habis-habis karena pangsa pasarnya jalan terus dan itubakan berdampak kepada pecandu, oleh karena itu pecandu harus mendapatkan rehabilitasi" ungkap Siswandi, saat ditemui di kantor GPAN, Cawang, Sabtu (30/09/2017).

Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) akan membuat Seminar Narkoba, yang akan digelar pada Sabtu (1/10/2017) di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Seminar tersebut akan menghadirkan pembicara mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DR Anang Iskandar, Praktisi Hukum, serta akan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa, rektorat kampus serta aktivis-aktivis anti narkoba.

Dalam seminar nanti, akan dihasilkan sebuah rekomendasi yang akan ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, berupa Drugs Amnesty.

"Kita akan mengeluarkan sebuah rekomendasi kepada Presiden Jokowi agar dikeluarkannya Drugs Amnesty. Tax Amnesty aja ada untuk para pengusaha dan pembayar pajak lainnya, untuk pecandu masa tidak diampuni" pungkas Brigjen (P) Pol. Siswandi.

astaga wanita polisi GPAN generasi peduli anti narkoba Brigjen Pol Siswandi