Hal yang Tabu Dibicarakan di Lingkungan Kerja

Wanita selalu saja tak pernah kehabisan topik obrolan, dimanapun berada. Lihat saja di kafe, di restaurant, di mall, di stasiun, dan banyak lagi tempat lainnya, selalu ada segerombolan wanita yang tengah ngerumpi sambil cekikikan.

Wanita selalu saja tak pernah kehabisan topik obrolan, dimanapun berada. Lihat saja di kafe, di restaurant, di mall, di stasiun, dan banyak lagi tempat lainnya, selalu ada segerombolan wanita yang tengah ngerumpi sambil cekikikan.

Bagaimana dengan lingkungan kantor? Pastinya, tak terkecuali. Tapi hati-hati ya, tidak semua topik obrolan bisa dibicarakan di lingkungan kerja. Karena ada beberapa hal yang tabu dibahas di lingkungan kerja.

Apa saja hal yang tabu dibicarakan? Coba simak:

Perihal gaji

Soal gaji memang seolah menjadi rahasia masing-masing pekerja. Meskipun ada rasa ingin tahu gaji rekan kerja, rasanya memang canggung jika harus bertanya jumlah gajinya. Namun menurut career coach, Roy Cohen, hal ini perlu diketahui untuk mengukur kedudukan serta bagaimana perusahaan menghargai kerja keras anda.

Mungkin anda bisa bertanya pada rekan kerja yang memiliki hubungan dekat dengan anda. Biasanya kedekatan membuat anda dan rekan tak ada jarak dan rahasia, termasuk soal gaji. Jika ternyata gaji rekan anda lebih besar, tak perlu berkecil hati, paling tidak anda jadi mengetahui sejauh mana perusahaan menghargai anda. Sehingga bisa melakukan peningkatan kinerja.

Beban kerja berat

Ketika anda merasa beban kerja sudah melebihi kapasitas kemampuan anda, rasanya ingin mengeluh dan sharing pada teman-teman. Apalagi wanita dikenal sebagai mahluk yang lemah dan emosional. Tapi rasanya mengeluh bukanlah solusi.

Agar tidak dianggap mengeluh, pastikan anda menceritakan secara objektif hal yang membebani anda. Mungkin anda akan sedikit lega dan bisa jadi akan ada solusi.

Masalah Pribadi

Masalah pribadi memang kurang pantas dibahas. Tidak semua orang juga tertarik untuk mengetahui masalah pribadi anda. Tapi jika anda memiliki tekanan yang membuat fokus anda buyar, why not share it? Misalnya ketika keluarga sedang dilanda penyakit. Paling tidak, anda akan sedikit lebih lega.

Namun karena masih berada di lingkungan kerja, jangan bicara terlalu detail. Ingat,  bahwa cerita apapun yang anda share bisa diulang lagi oleh orang lain dalam bentuk gosip.

Kekurangan bos

Hati-hati membicarakan keburukan atau kekurangan bos. Bagaimanapun dia adalah atasan di divisi anda. Jika bos tau, dia sering jadi topik pembicaraan, bukan tak mungkin dia akan mengambil tindakan.

Maka, jika ada hal yang kurang berkenan, mungkin anda bisa bicara pada si bos di waktu yang tepat. Siapa tau si bos justru senang jika anda mengkritisinya secara fair.

Intinya anda harus memilah-milah topik pembicaraan di kantor. Jangan membahas masalah yang sensitif jika tak perlu. Usahakan untuk selalu berpikir positif terhadap apapun masalah yang anda hadapi. [Editor: Tri Meinarni]

astaga wanita karir komunikasi obrolan