Brigjen Pol Siswandi : Teruskan Amanat Melayani Masyarakat

Sebagai seorang polisi, Brigjen Polisi Siswandi selalu memegang teguh slogan "Melindungi, Menganyomi dan Melayani Masyarakat".

Sebagai seorang polisi, Brigjen Polisi Siswandi selalu memegang teguh slogan "Melindungi, Menganyomi dan Melayani Masyarakat". Dimanapun dia ditugaskan,  mulai saat masih aktif bertugas dikepolisian, menjabat di Badan Narkotika Nasional, maupun terjun sebagai pejabat publik. Saat ini dia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

Perwira tinggi polisi ini membidik Cirebon-1, alias akan maju Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Cirebon tahun depan. Dia maju bukan tanpa alasan. Siswandi adalah bekas Kapolres Cirebon. Dengan pengalaman ini, Siswandi tahu betul apa yang dihadapi dan dibutuhkan masyarakat Cirebon. Dia berpendapat, kemajemukan di "Kota Udang" ini malah menjadi modal kuat selama ada sinergitas. 

"Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu dicanangkannya yaitu, Semua Itu Satu , Bekerja-Berkarya-Mengabdi ( SIS BBM ). Insya Allah, tekad saya sudah bulat untuk maju di pilkada Kota Cirebon nanti. Motivasi saya hanya satu, bagaimana bisa membawa Kota Cirebon lebih maju dari sekarang," ujarnya seperti dilansir Indonews.com

Pembangunan dimulai dari manusianya, kemudian dilanjutkan dengan pembenahan fasilitas umum. Siswandi mengingkan toleransi antar umat beragama yang tinggi, sehingga suasana yang harmonis tercipta. Kota yang aman, ramah terhadap penghuni maupun pendatang, menarik sektor lain yaitu pariwisata. Dia menyoroti kumuh dan semrawutnya pasar didekat Keraton Cirebon. Untuk itu dia punya jalan keluar. 

"Keraton Cirebon merupakan salah satu daya tarik objek wisata yang bisa dikembangkan," katanya. Keberlansungan pasar bisa terus berjalan dengan program relokasi, ke tempat yang lebih layak dan modern. Baik keraton maupun pasarnya sama-sama diperbarui agar semakin menarik perhatian turis.

Cirebon juga mendapat julukan "Kota Udang" bukan tanpa alasan. Sektor perikanan di Cirebon kadang dipandang sebelah mata. Namun suami dari Renita Siswandi ini punya tekad untuk memajukan sektor perikanan di Cirebon. " Agar para nelayan di kota Cirebon hidup lebih layak, pihaknya akan memodali perahu yang lebih layak. Dengan cara memfasilitasi dan mediasi antara nelayan dengan pihak bank daerah. Disamping melakukan renovasi menarik pada pelabuhan. sehingga perdagangan ikan di kota Cirebon lebih menggeliat," jelasnya. 

Jalan pria kelahiran Medan 5 Juli 1959 ini tidak jauh lagi menuju kursi Cirebon 1. Meski begitu ada banyak calon yang juga mengincar dengan segala janji-janji mereka. Namun dia sudah memiliki visi dan misi yang jelas. 

Narkoba dan Julia Perez

Mendengar nama Siswandi dan menelusuri rekam jejaknya, karirnya moncer saat "berurusan" dengan narkotika. Bekas Kanit II Direktorat IV Bareskrim Polri ini paham  betul seluk beluk peredaran narkoba di Indonesia. Dia juga tahu betul bagaimana narkoba bisa merusak hidup seseorang, secara fisik, mental dan ekonomi,  kemudian berdampak sistemik ke masyarakat.

Meski pemerintah memberikan hukuman yang berat kepada para pengedar narkoba, namun masih ada saja yang memilih untuk melakoninya. Dalam bukunya yang berjudul, Pangsa Narkotika Dunia Indonesia, Siswandi menjabarkan mengapa Indonesia menjadi "surga" bagi para pengedar. 

Belakangan ini ramai selebriti terjaring kasus narkoba. Ada yang statusnya hanya pemakai dan direhabilitasi, namun ada juga yang masuk bui. Melihat fenomena itu, Siswandi ingat salah satu teman baiknya, almarhumah Julia Perez. 

"Ketika saya menawari main film "Tiga Pilihan Hidup", Jupe pilih berperan sebagai Polwan, untuk menunjukkan bahwa dirinya anti barang terlarang. Ia tidak mau berperan sebagai pecandu atau pengedar narkoba," ucap ayah dari Mochamad Rifaldo Adi Prakasa ini.

Tiga Pilihan Hidup" (TPH) merupakan film yang ditujukan pada orang-orang yang terjerumus narkoba, di mana mereka dihadapkan pada tiga pilihan: mati, penjara, atau rehabilitasi. Ini merupakan film pertama yang diproduksi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN).

JuPe menjadi contoh yang baik sebagi seorang pribadi maupun aktris. Dalam seni peran, JuPe bisa melakukan adegan-adegan yang dibutuhkan. Secara prinsip hidup, JuPe jauh dari narkoba. Meninggalnya sang artis membawa kehilangan dalam hatinya. Namun dia optimis, masih lebih banyak selebriti yang bersih dari narkoba daripada yang terciduk.

polisi siswandi kota cirebon narkoba brigjen polisi siswandi