Bekerja dari Rumah Lebih Boros?

Bagi sebagian orang, bekerja freelance di rumah menjadi pilihan dengan alasan lebih fleksibel dan bisa sambil mengurus anak, terutama bagi wanita.

Di zaman teknologi yang kian canggih, banyak kegiatan yang bisa dilakukan via online. Salah satunya, kerja. Bagi sebagian orang, bekerja freelance di rumah menjadi pilihan dengan alasan lebih fleksibel dan bisa sambil mengurus anak, terutama bagi wanita.

Kelebihannya adalah tak perlu keluar duit untuk transportasi dan tak perlu bermacet-macet saat pergi dan pulang kantor. Selain itu anda tak perlu repot mengikuti ajakan rekan kerja untuk hang out sepulang kantor. Andapun bebas menggunakan busana apa saja, termasuk berdaster ria.

Tapi yang perlu diperhatikan, ternyata ada juga biaya-biaya yang justru malah meningkat kalau rutin kerja di rumah lho. Biaya apa saja sih? Simak yang berikut:

Internet dan pulsa

Koneksi Internet jelas diperlukan bila bekerja dari rumah. Terutama koneksi yang cepat ya. Bukan asal konek. Internet diperlukan untuk riset, mengirim, dan menerima job, menerima laporan atau order. Koneksi internet juga diperlukan untuk komunikasi dengan rekan kerja maupun klien.

Pulsa pun dibutuhkan. Bukan sekedar untuk Internet ya, melainkan untuk komunikasi dengan bos atau rekan. Namun biaya pulsa bisa dihemat jika komunikasi lebih banyak pakai Internet, misalnya via WhatsApp atau Skype, meski itu berarti ongkos Internet yang jadi bertambah. Untuk mengakalinya,  sekali-kali numpang Wi-Fi di resto fastfood atau mal. Asal jangan keseringan, nanti ditandai  orang.

Listrik

Biaya listrik jadi membengkak karena pemakaian elektronik bertambah. Laptop, printer, dan bahkan lampu bakal lebih sering menyala.

Ini termasuk penyejuk udara alias AC, yang lumayan banyak menyedot listrik dan bikin tagihan tebal. Belum lagi jika tiba-tiba lapar dan pakai microwave untuk memasak atau menghangatkan makanan.

Biar tak terlalu membebani, pastikan hanya listrik yang dipakai yang menyala. Misalnya kamar sebelah ada lampu, matikan. Kepala charger yang masih nempel mesti dicabut, begitu juga kabel TV.

Meski tak terpakai, tetap ada listrik yang tersedot jika colokan masih nancap. Kebiasaan ini yang sering tak disadari orang padahal hal ini membuat tagihan listrik bertambah.

Makanan

Keinginan makan camilan bisa jadi makin tak terkendali jika banyak menghabiskan waktu di rumah. Suasana yang santai di rumah berbeda dengan suasana kerja di kantor yang formil.

Kalau di rumah, sambil bekerja mungkin keinginan untuk ngemil bisa sering muncul. Beda jika bekerja  di kantor, keinginan untuk makan cemilan bisa lebih ditekan karena tak enak hati pada bos atau rekan. Itu artinya, pos belanja di rumah bertambah besar dan membengkak.

Air galon

Semakin sering di rumah, otomatis kebutuhan air minum jadi makin banyak. Bersiaplah untuk membayar lebih biaya air galon yang lebih cepat habis.

Ongkos ini mungkin masih bisa disiasati dengan sesekali minum air isi ulang. Harganya lebih dari separuh air kemasan bermerek, tapi rasanya serupa. Hanya, pastikan tempat isi ulang itu benar-benar higienis. Urusan kesehatan gak bisa diremehkan.

Pengobatan

Kalau berstatus pekerja kantoran, pasti ada program asuransi kesehatan dari perusahaan. Nah, saat kerja di rumah karena berstatus freelancer alias pekerja lepas, biaya pengobatan jika sakit mesti ditanggung sendiri.

Premi asuransi mesti dibayar sendiri jika mau terlindungi dari resiko kesehatan. Memang ada. BPJS Kesehatan, tapi tetap saja harus keluar duit sendiri untuk bayar premi.

Nah bagaimana dengan anda? Jika anda memutuskan bekerja freelance dari rumah, arinya anda sudah siap dengan segala konsekuensinya. Bukan hanya karena pengeluaran yang membengkak tapi juga resiko kurang fokus karena sambil mengurus rumah tangga.

Namun bukan berarti selamanya  pekerja freelance bakal lebih boros pengeluarannya. Semua tergantung job yang dikerjakan. Makin banyak dan berkualitas job yang diselesaikan, makin besar pendapatan. Sehingga pengeluaran bisa ditutupi oleh pemasukan yang jauh lumayan besar.

Intinya, bekerja dimanapun, sekalipun di rumah tetap harus fokus, profesional dan sesuai target. Dan selalu bersikap bijak dalam membelanjakan pendapatan anda. [Editor: Tri Meinarni]

kerja bisnis