Ternyata Hunian Vertikal Masih Dibutuhkan

Founder Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, para pengembang harus mengubah konsep dari pembangun rumah menjadi pembangun kota, yang memiliki infrastruktur dan berfasilitas baik.

Developer juga sudah saatnya membangun perumahan secara vertikal untuk memenuhi ke-butuhan masyarakat di Jawa, karena ketersediaan tanah mulai terbatas. Konsep tersebut kini diterapkan Lippo Group dalam pembangunan kota baru Meikarta.

Senada, Yusuf Tampik mengatakan, pengembangan Meikarta yang menyiapkan hunian vertikal yang banyak itu sejalan dengan kebutuhan saat ini. Pada proyek yang dikembangkan oleh Lippo Group tersebut, akan dibangun sekitar 289 tower

Menurutnya,  pembangunan proyek Meikarta sudah memenuhi beberapa prosedur yang telah ditempuh, di antaranya izin lokasi dan izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) seluas 84 hektare yang sudah disetujui Pemerintah Kabupaten Bekasi. 

Dia menuturkan, pengurusan izin masih banyak yang harus ditempuh hingga dikeluarkannya izin mendirikan bangunan (IMB). “Pemberian IPPT itu bagian awal dari IMB. Izin lokasi kanuntuk memberikan tanah, kalau tanah sudah dapat baru diberikan IPPT. Setelah itu, pengembang harus menyusun master plan, blok plan, site plan, dan dokumen lainnya seperti analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), amdal lalu lintas (lalin), dan ujungnya diterbitkan IMB. Pihak Meikarta harus sering berkonsultasi dengan pihak terkait mengenai kekurangan dokumen yang diajukan,” ucapnya. Dari sisi fungsi perkotaan, Bappeda mendukung proyek Meikarta karena sudah sesuai dengan yang direncanakan dalam pembangunan daerah. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir apartement properti investasi