Teknologi Rumah Kayu, Lebih Hemat 30%

Berbagai terobosan dan inovasi terus berkembang di bidang properti. Salah satu terobosan tersebut dibuat untuk mengatasi masalah di sektor properti, khususnya backlog atau ketimpangan terhadap kebutuhan rumah.

Dari sekian banyak terobosan properti,teknologi rumah kayu tahan api, tahan rayap, mudah disusun alias knockdown bisamenjadi pilihan. Apalagi teknologi ini mampu menghemat biaya pembangunanproperti hingga 30%.


"Terobosan baru harus diikuti. Jika memang menjadi solusi tepat danmemadai dalam penyediaan rumah berkualitas, terjangkau, dan ramahlingkungan," kata ekonom yang juga Direktur Riset Center of Reform OfEconomics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal.

Menurut Faisal, model bisnis properti yang berlangsung saat ini murni mengejarkeuntungan. Kondisi itu menyebabkan harga tanah terus terkerek. Selain itu,model tersebut memberi celah yang sangat besar bagi pemodal yang menguasailahan.


Faktor lain yang mempengaruhi masalah tanah adalah keberadaan spekulan.Spekulan ini mempengaruhi harga tanah di lapangan. Jika pemerintah tidakbertindak tegas atas permasalah ini, harga tanah melonjak tinggi. Harga tanahyang tinggi akan membebani pengembang serta konsumen kelas bawah.


Kekurangan lahan di sektor properti juga berpengaruh pada backlog atauketimpangan terhadap kebutuhan rumah. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum danPerumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan backlog telah mencapai 11,6 jutarumah.

Faisal menambahkan, sistem bangunan menggunakan bahan bangunan kayu rekayasatahan api dinilai dapat memenuhi kebutuhan perumahan yang terjangkau dengancara yang ramah lingkungan, hemat biaya dan efisien (cepat). Rumah kayu jugadianggap sebagai solusi tepat dan memadai karena berkualitas terjangkau dan memilikikeberlanjutan jangka panjang.

Menurut laporan McKinsey Global Institute (MGI), terdapat 330 juta rumah tanggaperkotaan di seluruh dunia yang tinggal di perumahan di bawah standar. Sekitar200 juta rumah tangga di negara berkembang tinggal di daerah kumuh. (Editor:Maria L. Martens)

 

astaga wanita wanita karir investasi properti