Teknologi Baru di Bidang Properti

Asosiasi Pengembang Indonesia opitimistis bisa mengejar target pembangunan 20.000 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada akhir tahun ini.

Asosiasi Pengembang Indonesia opitimistis bisa mengejar target pembangunan 20.000 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada akhir tahun ini. Pasalnya, telah tersedia teknologi baru yang bisa mempercepat pembangunan hunian.

Ketua Umum DPP Pengembang Indonesia (PI), Berkah Hidayat, mengatakan saat ini ada penggunaan teknologi khusus sehingga dalam tiga hingga empat pekan, struktur bangunan telah terbentuk.  Hebatnya, teknologi ini telah diterapkan di Purwakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Selain teknologi baru, dalam penyediaan hunian, Pengembang Indonesia tengah mempersiapkan perangkat organisasi ke tingkat daerah melalui program pembangunan 1 hektare perumahan subsidi per kecamatan di satelit Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurut pihak Pengembang Indonesia, pembangunan model ini telah dimulai di kawasan Sukabumi, Kalimantan Utara, dan Samarinda. Proyek selanjutnya bakal menyasar pula ke Kalimantan Tengah. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir properti keuangan investasi