Target 20.000 Rumah Akan Dipenuhi Pengembang Indonesia

Pengembang Indonesia (PI) terus melakukan manuver untuk memuluskan target pembangunan 20.000 unit rumah hingga akhir tahun ini.

Ketua Umum PI, Barkah Hidayat, mengatakan, pihaknya akan menggenjot 300 anggotanya untuk ikut mensukseskan program nasional PI dengan mengusung konsep satu hektar, satu kecamatan. Apalagi jumlah developer yang tergabung dalam PI dipastikan terus bertambah.

"Satu hektar ini luasan minimal yang dikembangkan, jumlah unitnya antara 60 rumah hingga 80 rumah. Maka, jumlah anggota kita yang mencapai 300 dan satu anggota memproduksi 80 unit akan menjadi pemicu bagi pasokan unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," jelas Barkah.

Selain itu program ini juga didukung oleh sinergi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya seperti produsen bahan bangunan, agen properti dan lainnya. "Kita menggandeng mereka untuk pembangunan rumah. Beberapa produsen keramik, panel pintu hingga beton ringan sudah komitmen kerja sama. Kita menjadikan mereka sebagai anggota PI," imbuh Barkah. Dengan keberadaan mereka sebagai anggota PI, kata Barkah, tentunya ada kewajiban untuk melayani, dan bekerja sama dengan angggota lain dalam urusan pembangunan perumahan. "Seperti produsen bahan bangunan, ada pola pembayaran yang memudahkan. Sebanyak 50 persen pelunasan pembayaran, bisa dilakukan saat proses rumah akad kredit.

Sehingga, anggota PI bisa mengatur cash flow proyeknya dan akan bisa bernafas panjang dalam membangun rumah," jelasnya.

Selain itu, kata Barkah, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan produsen beton ringan dan semen. Khusus beton ringan, jelasnya, dengan ukuran besar tentunya bakal mempercepat pembangunan rumah. "Dalam waktu satu bulan, satu unit rumah bisa diselesaikan. Sehinggga percepatan, jumlah unit rumah yang terbangun akan lebih banyak," kata dia.

Dengan konsep sinergi ini, terangnya, beberapa anggota PI yang ada di Lampung, Jawa barat dan Sulawesi Selatan menargetkan akan membangun sebanyak 20.000 unit rumah hingga akhir tahun ini. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita properti investasi perumahan tabungan