Potensi yang Bersemi di Bekasi

Di mata investor dan pebisnis, Bekasi "seksi" karena sektor industrinya berkembang pesat.

Bekasi itu "seksi". Ada banyak alasan yang membuat berbagai pihak menambatkan hati pada Bekasi. Di mata investor dan pebisnis, Bekasi "seksi" karena sektor industrinya berkembang pesat. Bayangkan saja, saat ini terdapat sekiitar 4000 perusahaan yang beroperasi di kawasan Bekasi. Tidak hanya perusahaan lokal, tetapi juga perusahaan berskala nasional dan multinasional. Roda ekonomi terus berputar di sini.

Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta yang didukung dengan pengembangan infrastruktur, pertumbuhan pasar properti di Bekasi saat ini tengah memperlihatkan tren yang cukup bagus.

Hal ini ditandai dengan masuknya pengembang kelas kakap Summarecon dan sejumlah pengembang besar lain yang dinilai sebagai indikator tren properti Bekasi. Tak mau ketinggalan, pengembang lain pun ikut menyerbu termasuk Pollux Properties.

Pengembang properti asal negeri singa ini melihat Bekasi sebagai suatu peluang, sehingga memacu mereka untuk mengembangkan proyek mega superblok Gangnam District yang didirikan di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Median harga properti di Bekasi saat ini berada di kisaran Rp6,5 juta/meter persegi sepanjang tahun 2016. Dan tahun ini, pemerintah telah menargetkan pengoperasian jalan tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu seksi I (segmen Pangkalanjati – Jakasampurna) sepanjang 8,28 km. Rencana ini turut mendongkrak kenaikan harga properti di area Bekasi. Data mencatat, terjadi kenaikan sekitar 1% setiap bulan sepanjang tahun kemarin di wilayah ini. Pada Desember 2016, median harga hunian di Bekasi bisa mencapai Rp6,8 juta/meter persegi.

Selain infrastruktur, Bekasi juga menyimpan potensi di sektor industri. Cikarang, yang merupakan satu dari tujuh zona kawasan industri di Kabupaten Bekasi, merupakan lokasi dari 4.000 perusahaan yang mempekerjakan sekitar 21.000 ekspatriat.

Perkembangan properti di Cikarang tak lepas dari peran tiga pengembang besar, yakni Jababeka dengan lahan 5.600 hektar, Lippo Cikarang (3.000 hektar), dan Sinar Mas Land yang mengembangkan Kota Deltamas seluas 3.000 hektar.(Editor: Maria L. Martens)

bekasi investasi bisnis industri