Pengaturan Keuangan Ketika Pasangan Kehilangan Pekerjaan

Kehidupan yang berjalan, tidak dapat diprediksi dengan pasti apa yang akan terjadi di kemudian hari. Termasuk dunia usaha atau pekerjaan. Bila suami-istri bekerja, mungkin persoalan keuangan bisa ditanggulangi bersama karena ditopang oleh keduanya.

Kehidupan yang berjalan, tidak dapat diprediksi dengan pasti apa yang akan terjadi di kemudian hari. Termasuk dunia usaha atau pekerjaan. Bila suami-istri bekerja, mungkin persoalan keuangan bisa ditanggulangi bersama karena ditopang oleh keduanya. Namun bagaimana bila salah satu berhentik bekerja, sementara segala keperluan harus dicukupi? Setidaknya, ada enam hal yang sebaiknya dilakukan sebuah keluarga yang beralih menjadi satu sumber penghasilan.

Pertama, melakukan perencanaan ulang atas rencana pengeluaran bulanan. Yaitu dengan melakukan evaluasi dan membuat pengelompokan pengeluaran berdasarkan jenis pengeluaran wajib dan pengeluaran tidak wajib. Pembayaran cicilan utang juga sebaiknya disusun berdasarkan urutan pembayaran dengan tingkat suku bunga pinjaman yang tertinggi. 

Kedua, saatnya mulai mempertimbangkan keputusan memiliki proteksi kesehatan. Proteksi kesehatan paling utama sebaiknya ditutup dengan pembelian program BPJS Kesehatan dari Pemerintah. Berhati-hati dalam membeli asuransi kesehatan karena jika premi tidak dapat dibayarkan, ada resiko perlindungan asuransi tidak dapat berjalan.

Ketiga, tetap berinvestasi untuk masa pensiun. Misalnua, menginvestasikan dana, pesangon yang diperoleh dari perusahaan tempat bekerja dulu. Jika usia pasangan masih dibawah 50 tahun, dana pesangon ini nantinya masih dapat optimal apabila diinvestasikan ke dalam produk berbasis saham.

Keempat, mempelajari kembali pos-pos peminjaman dan mengevaluasi pinjaman tersebut. Untuk keluarga yang tengah mengambil fasilitas kredit perumahan, ada baiknya untuk mengevaluasi jumlah pembayaran cicilan perbulan. Dengan adanya pengurangan penghasilan, jumlah kemampuan pembayaran cicilan juga akan berkurang.

Kelima, memproteksi penghasilan tulang punggung keluarga. Proteksi keuangan harus dimiliki oleh pasangan yang masih bekerja, dengan ahli waris yaitu pasangan lain beserta anak bilamana ada. Seain asuransi jiwa, juga diperlukan asuransi kecelakaan kerja apabila jenis pekerjaan tergolong beresiko tinggi.

Keenam, pertimbangkan pekerjaan freelance atau paruh waktu. Saat ini, beragam pekerjaan freelance ditawarkan oleh beberapa perusahaan. Meski honor yang ditawarkan mungkin tidak sebanyak gaji yang didapat sebelumnya, namun sebagai 'penopang' kebutuhan rumah tangga, dapat juga dipertimbangkan.  

Yang penting, tetap semangat menghidupi kebutuhan keluarga. Berpikir tenang dan tentukan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir rumah tangga keuangan pekerjaan