Pemerintah Akan Menerapkan Pajak Digital

Belakangan ini, makin banyak kaum wanita yang menjajal kemampuan usaha melalui bisnis online. Hal ini lantaran minat wanita di bidang teknologi yang makin meningkat. Survey yang dilakukan Jobplanet.com menyebutkan bahwa dari 7.500 responden yang diteliti

Maka banyak pula wanita yang berkepentingan terhadap niat pemerintah yang akan menyuisun pajak digital.

Seperti yang diumumkan Kementerian Keuangan, melalui Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektroni,  bahwa pemerintah bakal menetapkan kebijakan dalam pengembangan toko daring, sebagai salah satu penerimaan negara. Meski diakui, saat ini Kemenkeu masih mencari skema untuk memajaki e-commerce seiring dengan pergeseran transaksi model bisnis konvensional ke bisnis digital.

Penerbitan Pepres tersebut didorong oleh kebutuhan suatu regulasi untuk mempercepat pengembangan e-commerce. Regulasi tersebut mencakup program pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan sumber daya manusia (SDM) infrastruktur komunikasi, logistik, keamanan siber, dan pembentukan manajemen pelaksana Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan e-commerce sebenarnya cukup mudah untuk dideteksi dan dikejar ketaatannya karena seluruh transaksinya menggunakan elektronik.

Walaupun begitu, dia menuturkan ada beberapa persoalan yang perlu dicari jalan keluarnya, misalnya, perlakukan untuk pelaku usaha yang berada di luar negeri. Menkeu menyebutkan persoalan tersebut hingga kini menjadi bahan diskusi di pertemuan negara-negara kelompok G-20.

“Pemajakan dari bisnis digital bukan persoalan mendeteksinya. Perubahan revenue sharing itu sifatnya dinamis, karena itu kami akan melakukan formulasi agar kami bisa meresponsnya secara baik,” kata Sri Mulyani.

Staf ahli Menteri keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Suryo Utomo menambahkan Badan Kebijakan Fiskal masih mendefinisikan model transaksi dan cara pemajakan terhadap sektor tersebut.

Saat ini, beberapa produk memang gencar dipasarkan via online. Dan kebanyakan diantara, dijalankan oleh para wanita. Misalnya, fashion, gadget, peralatan elektronik, buku dan majalan, produk kecantikan, serta bahan pangan atau makanan lainnya. (Editor: Maria Martens)

astaga wanita wanita karir investasi keuangan