Pelaku Usaha e-commerce, Lebih Nyaman Memilih Gudang

Hasil riset Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menunjukan, bahwa jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia terus meningkat.

Hasil riset Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menunjukan, bahwa jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia terus meningkat. Bahkan diprediksi pada 2030 mendatang, jumlah masyarakat kelas menengah diperkirakan tumbuh 59%  terhitung sejak 2014.

Dalam riset itu pula dinyatakan bahwa kelas menengah digolongkan sebagai masyarakat berpendapatan antara Rp 65 juta sampai Rp 455 juta per tahun atau sekitar Rp 5,4 juta sampai Rp 38 juta per bulan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan pertumbuhan masyarakat kelas menengah akan berdampak pada kenaikan daya beli masyarakat. Sektor yang terimbas positif adalah perdagangan online. Dampak tersebut paling terasa di kota-kota besar dengan penetrasi e-commerce paling besar.

Fakta lain adalah perubahan pola bisnis pelaku usaha e-commerce. Gedung perkantoran di pusat kota tidak lagi menjadi pilihan. Pengusaha e-commerce lebih memilih menyewa gudang ketimbang gedung kantor. Tren kebutuhan gudang bagi pebisnis e-commerce memang meningkat. Bahkan ditengarai kebutuhan gudang semakin tinggi seiring dengan perkembangan bisnis pelaku e-commerce. Tren tersebut ada di market dan akan terus tumbuh, dengan melihat permintaan pasar mencapai 60%.

Bagi perusahaan e-commerce yang punya modal besar sebenarnya bisa saja membangun gudang sendiri. Hanya saja, untuk mengelola gudang bukan perkara mudah.Oleh karena itu, e-commerce lebih memilih untuk menyewa gudang dan mempercayakan pengelolaan barangnya pada pihak ketiga. Selain itu, gudang pun bisa difungsikan sebagai kantor sekaligus.

Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai US$ 130 miliar. Jika 13% dari total nilai tersebut digunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman barang maka market sizenya sekitar US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 219,7 triliun. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita wanita karir usaha investasi keuangan e commerce gudang