Mekanisme BI Menangani Penyelesaian Utang Nasabah

Berutang melalui kartu kredit atau skema kredit tanpa agunan mulai didapatkan konsumen. Prosesnya cepat, utang pun didapat. Namun, bunga yang dibebankan lebih tinggi ketimbang jenis utang lain karena bank tidak memegang agunan apapun dari debitor.

Berutang melalui kartu kredit atau skema kredit tanpa agunan mulai didapatkan konsumen. Prosesnya cepat, utang pun didapat. Namun, bunga yang dibebankan lebih tinggi ketimbang jenis utang lain karena bank tidak memegang agunan apapun dari debitor.

Karena berbagai macam sebab, bisa saja debitor lalai atau tidak mampu membayar utang. Persentase bunga utang tinggi bisa membuat pokok utang menjadi berlipat. Debitor semakin kesulitan membayar utangnya sehingga terjadi gagal bayar.

Walau utang kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) tidak menggunakan agunan, bank dapat saja membawa masalah gagal bayar ini ke pengadilan bisa terjadi penyitaan aset untuk membayar utang bank tersebut.

Sebenarnya ada cara penyelesaian utang tidak terbayar itu, termasuk utang kartu kredit dan KTA. Terkadang, pertemuan antara bank dan debitor tidak membuahkan hasil karena setiap pihak berpegang pada argumentasi. Bank Indonesia menyediakan mekanisme mediasi untuk menyelesaikan utang tersebut. Dalam hal ini, bank sentral bertindak sebagai penengah antara bank dan debitor. 

Pengajuan penyelesaian sengketa melalui mediasi perbankan dilakukan oleh nasabah secara tertulis sebagaimana format yang ditetapkan Bank Indonesia. Selain itu, nasabah juga harus menyampaikan dokumen pendukung terkait, antara lain surat pernyataan yang ditandatangani diatas meterai yang cukup bahwa sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau telah mendapatkan keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan, atau lembaga mediasi lainnya dan belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia. Dalam rangka membantu nasabah, Bank Indonesia menyediakan format pengajuan penyelesaian sengketa dan surat pernyataan yang perlu disampaikan nasabah. (Editor: Maria L. Martens)

astaga wanita BI ekonomi keuangan bunga